View : 990 kali


Renungan SBU Pagi 2015
MINGGU, 13 DESEMBER 2015
Filipi 2:1-11

UMAT YANG MEWARISI KERENDAHAN-HATI YESUS

Konteks
Nasihat supaya bersatu dan merendahkan diri seperti Kristus
2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, 2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!


MINGGU ADVEN III
MINGGU, 13 DESEMBER 2015
RENUNGAN PAGI
KJ. 354 : 1 -Berdoa
UMAT YANG MEWARISI KERENDAHAN-HATI YESUS

Filipi 2:1-11
Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirlnya sendiri (ay.3b)

Sebelum sampai ke perikop ini, Filipi 1 berisi kesaksian Paulus yang berada di dalam penjara. Penjara itu diperlawankan dengan "istana" (Filipi 1:13). Paulus sengaja membuat kontras seperti itu dalam rangka menekankan bahwa "kemajuan lnjil" tidak tergantung dari dukungan istana atau yang semacam itu. Paulus malah berkata bahwa yang penting baginya adalah Kristus, "dan mati adalah keuntungan" (Flp 1:21).

Sesudah perikop ini, Paulus mengimbau jemaat agar menerima kedua rekannya yang masih muda, yaitu Timotius dan Epafroditus (Flp 2:19-30) yang akan melayani dengan meneruskan semangat penginjilan Paulus. Filipi 3 meneruskan ajaran Paulus, agarjemaat jangan terpaku pada hal-hal lahiriah melainkan berlomba mengenal Kn"stus dan kuasa kebangkitan-Nya.

Perikop kita sendiri berisi nasihat-nasihat Paulus agar Gereja memerhatikan prinsip kehidupan bersama sebagai persekutuan. Di dalam hidup bersama, orang tidak mencari kepentingan sendiri melainkan kepentingan bersama (Flp.2:4). Paulus mendasarkan nasihatnya pada sebuah nyanyian (hymne) yang sudah diketahui jemaat, yang intinya memerlihatkan kerendahan diri Tuhan Yesus, yang walaupun setara dengan Allah, tidak menganggap kesetaraan itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Prinsip kepentingan bersama tidak bisa jalan kalau tidak ada kerendahan hati.

Kalau Gereja masa kini bisa menghayati kebijakan hidup bersama dalam cara berinteraksi para pejabatnya, maka Gereja juga bisa menyum bang ke dalam kehidupan berbangsa mengenai bagaimana hidup dengan rendah hati dan menghargai satu sama lain. Ahok, ketika menjabat Wakil Gubernur Jakarta diwawancarai oleh Metro TV. la mengutip ucapan Paulus, "mati adalah keuntungan". Pewawancaranya bingung; penonton bingung, tetapi itulah saat emas, di mana lnjil bisa berkem bang. lnjil itu bukan bagaimana kita merebut orang dan menjadikannya Kristen, melainkan merebut hati orang,
hati publik. Panggilan orang Kristen di Indonesia sekarang adalah meneruskan perbendaharaan kekayaan moral-etis yang Aikitabiah itu kepada masyarakat dengan kerendahan hati tanpa merasa menjadi superior terhadap yang Iain. Kita jangan hanya puas pada teologi gereja, tetapi harus membangun teologi publik.

KJ. 466a : 1,4
Doa : (Tuhan, bimbing kami untuk hidup dalam kerendahan hati)


Label:  Filipi 2:1-11 


Arsip Renungan SBU Pagi 2015:

Rabu, 10 Juni 2020
Renungan SBU Malam 2020
BERIKAN YANG AKU BUTUHKAN

Rabu, 10 Juni 2020
Renungan SBU Pagi 2020
APA YANG TUHAN MINTA?

Selasa, 9 Juni 2020
Renungan SBU Malam 2020
SOLIDARITAS DALAM MEMBANGUN BANGSA

Selasa, 9 Juni 2020
Renungan SBU Pagi 2020
RUBUHKAN TEMBOK PEMISAH

Senin, 8 Juni 2020
Renungan SBU Malam 2020
UNTUK TUJUAN BAIK

Senin, 8 Juni 2020
Renungan SBU Pagi 2020
BELAJAR DARI PENGALAMAN

Minggu, 7 Juni 2020
Renungan SBU Malam 2020
DIPERBAHARUI UNTUK BERKARYA

Minggu, 7 Juni 2020
Renungan SBU Pagi 2020
BERADA DI DALAM DIA

Sabtu, 6 Juni 2020
Renungan SBU Malam 2020
TUHAN PASTI DATANG BERJAGALAH!

Sabtu, 6 Juni 2020
Renungan SBU Pagi 2020
DIANGKAT UNTUK HIDUP BERSAMA KRISTUS

Arsip Renungan SBU Pagi 2015..




Last Searches:

Kategori Utama: Artikel dari Majelis Sinode GPIB (226), Artikel Rohani (23), Berita Gereja dan Dunia (1331), Berita Gereja dan Dunia 2012 (47), Berita Gereja dan Dunia 2013 (412), Berita Gereja dan Dunia 2014 (209), Berita Gereja dan Dunia 2015 (93), Berita GPIB Immanuel Bekasi (28), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2011 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2012 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2014 (60), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2015 (63), Bidang Teologi (13), Catatan Dari Meja Pendeta (196), Informasi Kantor Sekretariat (5), Jemaat Sakit Mohon Dukungan DOA (43), Kalender Kegiatan Harian (13), Kegiatan Hari Ini (851), Logo Kain Mimbar (9), Materi Katekisasi (48), Materi Khotbah (10), Materi Pembinaan Jemaat Download (2), Pelayan Firman di Gereja (159), Pelengkap Kidung Jemaat (119), Pembinaan Warga Gereja (16), Peraturan Gereja (10), Perpustakaan Rohani (290), Perpustakaan Rohani 2 (78), Renungan SBU Malam (331), Renungan SBU Malam 2013 (369), Renungan SBU Malam 2014 (368), Renungan SBU Malam 2015 (211), Renungan SBU Pagi (331), Renungan SBU Pagi 2013 (366), Renungan SBU Pagi 2014 (368), Renungan SBU Pagi 2015 (211), SMS dari Pendeta (125), Tentang GPIB Immanuel Bekasi (19), Warta Jemaat (2)







Sub Kategori Renungan SBU Pagi 2015: