View : 453 kali


Catatan Dari Meja Pendeta
Jumat, 02 Juni 2017

PELAYANAN DIAKONIA: Karakterisitik Pelayanan & Tantangan Kita

PELAYANAN DIAKONIA Sebuah Tantang - Jawab Berdasarkan Imamat 25:47-55

PELAYANAN DIAKONIA: Karakterisitik Pelayanan & Tantangan Kita PELAYANAN DIAKONIA
Sebuah Tantang - Jawab
Berdasarkan Imamat 25 : 47 - 55


(Pdt. Samuel Theofilus Kaihatu,M.Th)

Karakterisitik Pelayanan

Ada dua karakteristik yang jelas sekali terlihat dalam perkembangan pelayanan yang sekaligus menjadi karakter seorang pelayan atau sebuah lembaga pelayanan. Karakteristik yang pertama adalah hadir ditengah tantangan situasi, dan mengerti apa yang dibutuhkan. Apakah dia hanya seseorang pelayan meja, apakah dia pejabat publik, dia hadir ditengah tengah situasi yang memerlukan pelayanan. Dengan kata lain dia hadir dan mengerti kesulitan yang terjadi. Karakteristik yang kedua adalah pelayanan pokok yang selalu diajukan 1 'apa yang bisa saya bantu` atau apa yang bisa saya lakukan. Dia bahagia karena bisa. 'melakukan` sesuatu dan bukan sekedar merasa diri bangga karena bisa 'memerintahkan` orang melakukan sesuatu. Karakteristik inilah yang sebetulnya memperluas cakupan pelayanan, termasuk pelayanan Gereja.

Gereja hadir ditengah dunia, dan harus 'mendunia` tanpa menjadi 'duniawi`. Gereja bergumul dengan Firman pada satu sisi, dan dengan konteksnya pada sisi lain. Karena itu maka akta pelayanan gereja bisa berbeda beda, baik pada tingkat sinodal, maupun pada tingkat jemaat jemaat. Maka pemahaman konteks dan kesediaan untuk memberi kontribusi yang solutif, merupakan ukuran bagi pelayanan Gereja. Inilah juga yang menjadi dasar mengapa gereja harus meluaskan jangkauan pelayanannya. Dari yang karitatif -semisal bingkisan kasih- menjadi lebih transformatif -semisal pendampingan-. Dengan demikian maka seharusnya Diakonia gereja berjalan berdampingan dengan suara kenabian Gereja.

Tantangan Kita
Tantangan gereja modern adalah bersuara kritis terhadap penderitaan yang ada dalam masyarakat. lni bukan hanya ditandai oleh pemahaman kontekstual, tetapi juga oleh kesetiaan pada Firman. Yang dikeluhkan masyarakat, itulah yang harus disuarakan Gereja. Dan inilah juga yang harus menjadi fokus pelayanan Gereja.

Semua kita menyadari bahwa tantangan gereja dewasa ini adalah soal soal kemiskinan dan keadilan. Kemiskinan struktural selalu berhubungan dengan ketidakadilan yang juga struktural. Yang menyulitkan adalah kita sering berhenti pada kemiskinan insidental dan karenanya juga menerima ketidakadilan sebagai sesuatu yang juga insidental. Dalam kenyataan ber GPIB tantangan ini terasa sebagai sesuatu yang bersifat regional/nasional dan bukan hanya soal parokhial/lokal. Dalam hubungan inilah sebenarnya kita harus memahami kehadiran pelayanan Diakonia; baik itu dalam bentuk komisi sebagai bagian dari pelayanan jemaat ataukan Yayasan sebagai bagian dari pelayanan Sinodal.

Pelayanan Diakonia hadir untuk membuat suara kenabian Gereja dalam khotbah, menjadi konkrit dalam akta. Oleh karena itu maka sifat dari fungsi pelayanan Diakonia, mestinya lebih tranformatif dan sinambung, ketimbang sekedar menjadi tradisional dan sporadis. Tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa fungsi' pertama pelayanan Diakonia dalam gereja kita mestinya adalah mengkritisi konteks. Dengan cara ini komisi Diakonia, -Yayasan Diakonia atau apapun namanya- sebetulnya harus peka terhadap keluhan, dan melihat keluhan dalam kerangka struktur, baik itu struktur pemikiran, maupun struktur sosial kemasyarakatan. Tidak berlebihan juga kalau dikatakan bahwa fungsi kedua dari pelayan Diakonia adalah pendampingan. Dengan cara ini Yayasan Diakonia merupakan cara Gereja untuk menyampaikan simpati ilahi bagi mereka yang berada dalam kesulitan. Dan karena itu tidak berlebihan juga kalau kita katakan bahwa fungsi ketiga dari pelayanan Diakonia adalah penguatan, baik dalam bentuk tindakan langsung, maupun dorongan dorongan kearah perubahan.

Kalau ini yang terjadi, maka kehadiran Gereja akan relevan dan kehadiran gereja akan diterima. Bukan sekedar sebagai basa-basi pluralitas kemasyarakatan. Tetapi karena memang dibutuhkan.





Arsip Catatan Dari Meja Pendeta:

Minggu, 15 April 2018
Catatan Dari Meja Pendeta
MENCERITAKAN KASIH TUHAN

Minggu, 08 April 2018
Catatan Dari Meja Pendeta
KASIH YANG MEMPERSATUKAN (I Yohanes 4:7-16)

Minggu, 01 April 2018
Catatan Dari Meja Pendeta
PESAN PASKAH 2018 MAJELIS SINODE GPIB

Mimggu, 25 Maret 2018
Catatan Dari Meja Pendeta
MEMBANGUN RELASI DAN FOKUS (Matius 14:22-24)

Minggu, 18 Maret 2018
Catatan Dari Meja Pendeta
BERSORAK BAGI TUHAN



Minggu, 11 Maret 2018
Catatan Dari Meja Pendeta
ALLAH YANG BERDAULAT



Minggu, 04 Maret 2018
Catatan Dari Meja Pendeta
ALLAH YANG MENYELAMATKAN Keluaran 13:17-20

Minggu, 25 Februari 2018
Catatan Dari Meja Pendeta
HIDUP YANG MENGHIDUPKAN

Minggu, 11 Februari 2018
Catatan Dari Meja Pendeta
KREATIFITAS SEBAGAI UNGKAPAN SYUKUR

Minggu, 04 Februari 2018
Catatan Dari Meja Pendeta
PESAN MAJELIS SINODE DALAM RANGKA HUT KE-35 PELKAT PERSEKUTUAN TERUNA GPIB

Arsip Catatan Dari Meja Pendeta..




Last Searches:

Kategori Utama: Artikel dari Majelis Sinode GPIB (226), Artikel Rohani (23), Berita Gereja dan Dunia (1331), Berita Gereja dan Dunia 2012 (47), Berita Gereja dan Dunia 2013 (412), Berita Gereja dan Dunia 2014 (209), Berita Gereja dan Dunia 2015 (93), Berita GPIB Immanuel Bekasi (28), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2011 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2012 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2014 (60), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2015 (63), Bidang Teologi (13), Catatan Dari Meja Pendeta (196), Informasi Kantor Sekretariat (5), Jemaat Sakit Mohon Dukungan DOA (43), Kalender Kegiatan Harian (13), Kegiatan Hari Ini (851), Logo Kain Mimbar (9), Materi Katekisasi (48), Materi Khotbah (10), Materi Pembinaan Jemaat Download (2), Pelayan Firman di Gereja (159), Pelengkap Kidung Jemaat (119), Pembinaan Warga Gereja (16), Peraturan Gereja (10), Perpustakaan Rohani (290), Perpustakaan Rohani 2 (78), Renungan SBU Malam (331), Renungan SBU Malam 2013 (369), Renungan SBU Malam 2014 (368), Renungan SBU Malam 2015 (211), Renungan SBU Pagi (331), Renungan SBU Pagi 2013 (366), Renungan SBU Pagi 2014 (368), Renungan SBU Pagi 2015 (211), SMS dari Pendeta (125), Tentang GPIB Immanuel Bekasi (19), Warta Jemaat (2)
Minggu, 15 April 2018

WARTA JEMAAT 2018