View : 191 kali


Catatan Dari Meja Pendeta
Sabtu, 10 Juni 2017

Damai itu Indah



Damai itu Indah"Damai itu Indah"
Berdasarkan Buku "Menyapa Bumi Menyembah Hyang Ilahi"  Oleh: A. Sunarko dan A. Eddy Kristiyanto

Memasuki pergantian musim banyak terjadi bencana banjir di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Sulawesi Tenggara (Kendari dan Baubau), Garut, Wajo (Sulawesi Selatan), Kabupaten Barito Utara (KalTeng), Demak (Jawa Tengah), dan lain sebagainya. Jika kita perhatikan bahwa sejak awal tahun 2017 juga wilayah Jakarta dan Bekasi (Januari s/d Maret 2017) dilanda bencana banjir. Bencana ini merupakan fenomena alam yang terus dialami setiap tahun sebagai dampak dari pembangunan kota, penggundulan hutan dan perusakan alam lainnya. Untuk melihat fenomena ini menurut Iman Kristen, maka A. Sunarko dan A. Eddy Kristiyanto menulis sebuah buku yang berjudul "Menyapa Bumi Menyembah Hyang Ilahi" yang meninjau secara Alkitabiah terhadap lingkungan sebagai tempat manusia hidup, kerja dan berkarya.

Sebagai sesama ciptaan, penting untuk memikirkan cara yang dialektis dalam hubungan antara manusia dan lingkungan. Dialektis akan mengantar manusia mengenal dan mengerti tentang "berkuasa" (raddah) dalam Kejadian 1:26-28. Kolose 1:16 dan 20 menyatakan bahwa di dalam Yesus Kristus segala sesuatu telah diciptakan dan segala sesuatu diperdamaikan dengan Allah. Karya penebusan yang Yesus lakukan membarui kehidupan manusia dan seluruh dunia ini. Jika demikian, maka kata penaklukan (kabbas) tidak dipahami secara negatif, tetapi dipahami secara positif. Kisah penciptaan dalam Kitab Kejadian tidak dapat dijadikan pembenaran untuk mengeksploitasi alam secara tidak bertanggungjawab. Iman Kristen memahami kerusakan lingkungan hidup sebagai bagian dan wujud dari perilaku manusia yang tidak sejalan dengan tujuan Tuhan menciptakan alam semesta. Wujud kuasa manusia atas alam terlihat dalam batasan mandat untuk memeliharanya.

Kisah Penciptaan dalam Kitab Kejadian telah membuka paradigma untuk memahami hubungan manusia dan lingkungan hidup. Paradigma itu digenapi dalam Markus 16:15; "Lalu Ia berkata kepada mereka: Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk". Perintah Yesus sebelum terangkat ke sorga adalah sebuah pemahaman bahwa Injil (Kabar baik, sukacita, keselamatan) tidak hanya untuk manusia, tetapi untuk segala ciptaan.

Siapa yang mendengar dan menerima perintah? Kisah seorang anak yang disuruh oleh orang tuanya untuk menjaga rumah dengan baik agar terhindar dari pencuri, karena orang tuanya akan pergi ke luar kota selama beberapa hari. Tetapi, ketika anak itu lengah, pencuri berhasil masuk ke rumah dan mencuri barang-barang berharga. Ketika pulang dari luar kota, orang tuanya sangat marah; bukan karena kehilangan barang-barang berharga atau menganggap anak itu tidak lebih berharga dari barang-barang itu.

Orang tuanya marah karena anak itu melupakan tanggungjawabnya untuk menjaga rumah dengan baik. Demikianlah jika manusia (termasuk Gereja) melupakan tanggungjawabnya, sehingga alam dibiarkan rusak dan dieksploitasi. Maka, marilah melihat bencana itu sebagai bagian dari wujud kekecawaan Allah terhadap manusia yang tidak berdamai dengan alam. Dalam peristiwa penderitaan bencana, Gereja sering mendoakan tanpa melakukan tindakan nyata, karena alasan mentaati Tata Gereja (birokrasi) maka tidak boleh mengambil keputusan secara spontan.

Saat ini jangan hanya melihat agama (Gereja) sebagai perangkat aturan, melainkan jalan hidup damai bersama Allah. Sebagai Gereja kita diperhadapkan dengan pilihan; menjadi anak yang bertanggungjawab atau menjadi anak yang melupakan tanggungjawab ketika orang tua pergi ke luar kota. Menghayati hari Pentakosta yang sudah kita rayakan bersama, mari kita melanjutkan perintah Allah untuk memelihara alam dan hidup berdamai dengan semua ciptaan. Sebab lingkungan tidak hanya tempat tinggal, tetapi di dalamnya kita bergantung untuk mengerjakan hidup yang sudah dianugerahkan Allah bagi kita.

Selamat Berdamai!!!





Arsip Catatan Dari Meja Pendeta:

Sabtu, 25 Nopember 2017
Catatan Dari Meja Pendeta
KETIDAKTAATAN BERAKIBAT FATAL

Minggu, 19 Nopember 2017
Catatan Dari Meja Pendeta
MENDENGAR DAN MENGERTI HUKUM TUHAN (Nehemia 8:1-9)

Minggu, 12 Nopember 2017
Catatan Dari Meja Pendeta
INILAH ORANG-ORANG ... (Ezra 2:59-63)

Minggu, 05 Nopember 2017
Catatan Dari Meja Pendeta
PESAN SYUKUR KE-69 TAHUN GPIB

Sabtu, 28 Oktober 2017
Catatan Dari Meja Pendeta
PESAN MAJELIS SINODE GPIB dalam rangka HARI ULANG TAHUN KE-7 PELKAT PKLU GPIB

Sabtu, 21 Oktober 2017
Catatan Dari Meja Pendeta
BERNYANYI DENGAN SEGENAP HATI DAN AKAL BUDI

Minggu, 15 Oktober 2017
Catatan Dari Meja Pendeta
MENGHITUNG HARI - HARI



Minggu, 08 Oktober 2017
Catatan Dari Meja Pendeta
MENYEBAR BENIH MENUAI HASIL

Sabtu, 30 September 2017
Catatan Dari Meja Pendeta
PERTOLONGAN TUHAN DATANG TEPAT WAKTU

Minggu, 24 September 2017
Catatan Dari Meja Pendeta
JANGAN PLIN PLAN



Arsip Catatan Dari Meja Pendeta..




Last Searches:

Kategori Utama: Artikel dari Majelis Sinode GPIB (226), Artikel Rohani (23), Berita Gereja dan Dunia (1331), Berita Gereja dan Dunia 2012 (47), Berita Gereja dan Dunia 2013 (412), Berita Gereja dan Dunia 2014 (209), Berita Gereja dan Dunia 2015 (93), Berita GPIB Immanuel Bekasi (28), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2011 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2012 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2014 (60), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2015 (63), Bidang Teologi (13), Catatan Dari Meja Pendeta (196), Informasi Kantor Sekretariat (5), Jemaat Sakit Mohon Dukungan DOA (43), Kalender Kegiatan Harian (13), Kegiatan Hari Ini (851), Logo Kain Mimbar (9), Materi Katekisasi (48), Materi Khotbah (10), Materi Pembinaan Jemaat Download (2), Pelayan Firman di Gereja (159), Pelengkap Kidung Jemaat (119), Pembinaan Warga Gereja (16), Peraturan Gereja (10), Perpustakaan Rohani (290), Perpustakaan Rohani 2 (78), Renungan SBU Malam (331), Renungan SBU Malam 2013 (369), Renungan SBU Malam 2014 (368), Renungan SBU Malam 2015 (211), Renungan SBU Pagi (331), Renungan SBU Pagi 2013 (366), Renungan SBU Pagi 2014 (368), Renungan SBU Pagi 2015 (211), SMS dari Pendeta (125), Tentang GPIB Immanuel Bekasi (19), Warta Jemaat (2)
Minggu, 26 Nopember 2017

WARTA JEMAAT 2017


Selamat Ulang Tahun
Hari ini tanggal: 13.12.2017

NamaSektor
Bp. JOOPIE HUTUBESSY3
Bp. ZACHARIAS MURDIANTO6
Sdr DESMAN NABABAN6
Bp. JOHNNY HUTAPEA7
Sdr TUAHMAN SARAGIH8
Ibu. Dkn DEBBIE GRACE MARINGKA9
... bulan ini selengkapnya
Selamat Ultah Perkawinan
Hari ini tanggal: 13.12.2017

Suami-IsteriSektor
Bp. SAMUEL LAKES SIRKEN RETRAUBUN & Ibu. ELYZABETH PASANEA9
... bulan ini selengkapnya