View : 178 kali


Catatan Dari Meja Pendeta
Sabtu, 08 Desember 2018

MEMAHAMI DAN MENGERTI MINGGU-MINGGU ADVEN

Pendeta Diana Lumban Gaol - Kalangit,S.Th

MEMAHAMI DAN MENGERTI MINGGU-MINGGU ADVEN

"Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku. Dan rahmatNya turun temurun atas orang yang takut akan Dia".
(Lukas 1 : 46b, 47 dan 50)

Umat yang Tuhan Yesus Kasihi,
Pengertian ADVEN berasal dari bahasa Latin zadventus. Arti hurufiahnya : kedatangan. Gereja mengartikannya sebagai persiapan atau penantian kedatangan Yesus Kristus, Putra Allah. Korona Adven berbentuk sebuah lingkaran yang diuntai dengan daun-daun pinus atau cemara dan diatasnya dipasang empat lilin (tiga lilin berwarna ungu dan satu lilin berwarna merah); selain itu juga masih diberi asesoris lain seperti pita berwarna ungu dan merah. Apa makna dari Korona Adven tersebut ?? Korona Adven adalah symbol yang mau menunjukkan _pesan-pesan tertentu, yakni :

a) Korona Adven berbentuk suatu lingkaran. Lingkaran adalah suatu bentuk tanpa awal dan akhir. Lingkaran ini melambangkan Tuhan yang abadi, tanpa awal dan akhir. Kita juga diajak untuk merenungkan bagaimana kehidupan kita, di sini dan sekarang ini, ikut ambil bagian dalam rencana keselamatan Allah yang kekal dan bagaimana kita berharap dapat ikut ambil bagian dalam kehidupan kekal di kerajaan surga.

b) Lingkaran Adven terbuat dari tumbuh-tumbuhan segar, sebab Kristus datang guna memberi kita hidup baru melalui sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya. Wama hijau merupakan symbol pengharapan. Selain itu juga dipilih daun pinus atau cemara yang tidak kunjung putus. Warna hijau juga melambangkan Kristus, Yang mati namun hidup kembali untuk selamanya. Evergreen juga melambangkan keabadian jiwa kita. Kristus datang kedunia untuk memberikan kehidupan yang tahan pada bermacam-macam musim. Daun cemara tidak rontok dan tetap hijau pada musim gugur dan musim dingin. Ungkapan pengharapan yang tanpa akhir bagi kita.

Apakah sebenarnya makna Adven bagi kita?
* Pertama : panggilan pertobatan
Pertobatan adalah sikap yang paling pas untuk menyambut kedatangan Tuhan, baik di kedatanganNya yang mulia di hati agung nanti maupun dalam keseharian hidup ini. Pertobatan juga merupakan sikap yang paling sesuai untuk merayakan Hari Natal. Dahulu kedatangan Yesus Sang Mesias juga didahului oleh kedatangan sang perintis Yohanes Pembaptis yang membawa undangan pertobatan: tanah yang berbukit-bukit harus diratakan dan jalan yang berlekuk-lekuk harus diluruskan! Sebab itu baiklah kita sadar bahwa lilin yang kita nyalakan gada minggu Adven bukan hanya lilin penantian, tetapi juga lilin pertobatan. Bukan pertobatan artifisial dan seremonial namun pertobatan hati yang sungguh-sungguh menerima dan menyambut Dia sebagai Raja, Penguasa dalam hati dan jiwa kita. Pertobatan bukanlah sekadar penyesalan dengan kata-kata, tetapi suatu tekad untuk memberikan diri diubah clan dibaharui Roh Kudus.

* Kedua : peneguhan pengharapan.
Minggu Adven adalah minggu pengharapan. Gereja, sama seperti umat Israel, hidup dari pengharapannya. Walaupun kenyataan hidup sulit atau penuh dengan penderitaan, gereja tetap berharap kepada Allah. Tak ada satu kondisi pun di dunia ini atau dalam diri kita yang boleh membuat kita putus asa dan mati rasa (apatis). Tuhan Allah hidup dan setia. Dia beljanji akan datang membebaskan kita umatNya dan memulihkan keadaan. Dialah sumber pengharapan kita.Dengan merayakan minggu Adven gereja mau meneguhkan kembali pengharapannya dan imannya kepada Allah. Lilin Adven yang kita nyalakan itu adalah simbol pengharapan kita yang tidak pernah padam.

* Ketiga : Sukacita pengharapan
Pertobatan kita bukanlah pertobatan yang dipaksa, namun pertobatan yang ikhlas. Pertobatan kita juga bukanlah syarat yang diwajibkan Tuhan untuk menerima berkatNya, tetapi jawaban tulus kita kepada Dia yang menerima dan memberkati kita justru tanpa syarat apapun. Sebab itulah pertobatan kita melahirkan sukacita yang sangat dalam.Namun bukan hanya itu. Minggu Adven mengajak kita membaharui kembali pengharapan kita. Yaitu pengharapan kepada Tuhan yang akan datang segera menolong dan membebaskan kita. Pengharapan itu melahirkan sukacita sebab kita tahu Tuhan yang menjadi gantungan harapan itu setia. (Roma 12:12).

* Keempat: penantian yang panjang.
Gereja percaya bahwa Yesus yang lahir di Betlehem dahulu kala, mati dan bangkit sekarang duduk di sebelah kanan Allah memerintah. Namun Dia bmjanji akan datang kembali. KedatanganNya kembali ke dunia inilah yang sekarang sedang dinanti-nantikan oleh gereja. Sebab itu minggu Adven bagi kita bukan sekadar kenangan kc masa silam atau tepamya kenangan akan penantian para nabi dan umat Allah di masa Perjanjian Lama, tetapi juga harapan ke masa depan, yaitu penantian gereja kepada Kristus yang akan datang kembali. Tan_paAdven, Natal
hanya jatuh kedalam hiruk-pikuk dan seremoni kosong.


Siapa menghilangkan Adven akan kehilangan Natal

Dengan pemahaman di atas sadarlah kita betapa berharganya masa-masa Adven bagi kita. Tanpa melalui peringatan akan Adven sebagai minggu-minggu perenungan dan saat-saat bertobat, berharap, bersukacita dan menanti kita tidak akan mampu menangkap sukacita Natal yang sesungguhnya. Ingat: Natal hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang man menyatukan diri dalam penantian umat yang begitu panjang akan kedatangan Juruslamatnya.


Selamat Hari Minggu ...
Tuhan memberkati ...!!!






Arsip Catatan Dari Meja Pendeta:

Minggu, 21 Juli 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
Pesan Majelis Sinode GPIB Dalam Rangka HUT ke 38 Pelkat PKB GPIB

Minggu, 30 Juni 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
PERSATUAN INDONESIA

Minggu, 29 Juni 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
KEHIDUPAN YANG BERKEADILAN DAN BERKEADABAN

Minggu, 16 Juni 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
RUKUN BUAH MENGHAYATI TRITUNGGAL

Minggu, 19 Mei 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
PERCABULAN ADALAH JERAT TUBUH DALAM KEBINASAAN

Minggu, 12 Mei 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
UANG ; ALAT PENGABDI ALLAH

Minggu, 31 Maret 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
SEJAHTERA DIALAMI SEMUA ORANG

Minggu, 24 Maret 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
MANUSIA DUNIAWI

Minggu, 17Maret 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
DUTA KARYA ALLAH

Minggu, 10 Maret 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
TIDAK TERSESAT ATAUPUN MENYESATKAN

Arsip Catatan Dari Meja Pendeta..




Last Searches:

Kategori Utama: Artikel dari Majelis Sinode GPIB (226), Artikel Rohani (23), Berita Gereja dan Dunia (1331), Berita Gereja dan Dunia 2012 (47), Berita Gereja dan Dunia 2013 (412), Berita Gereja dan Dunia 2014 (209), Berita Gereja dan Dunia 2015 (93), Berita GPIB Immanuel Bekasi (28), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2011 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2012 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2014 (60), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2015 (63), Bidang Teologi (13), Catatan Dari Meja Pendeta (196), Informasi Kantor Sekretariat (5), Jemaat Sakit Mohon Dukungan DOA (43), Kalender Kegiatan Harian (13), Kegiatan Hari Ini (851), Logo Kain Mimbar (9), Materi Katekisasi (48), Materi Khotbah (10), Materi Pembinaan Jemaat Download (2), Pelayan Firman di Gereja (159), Pelengkap Kidung Jemaat (119), Pembinaan Warga Gereja (16), Peraturan Gereja (10), Perpustakaan Rohani (290), Perpustakaan Rohani 2 (78), Renungan SBU Malam (331), Renungan SBU Malam 2013 (369), Renungan SBU Malam 2014 (368), Renungan SBU Malam 2015 (211), Renungan SBU Pagi (331), Renungan SBU Pagi 2013 (366), Renungan SBU Pagi 2014 (368), Renungan SBU Pagi 2015 (211), SMS dari Pendeta (125), Tentang GPIB Immanuel Bekasi (19), Warta Jemaat (2)
Minggu, 10 Maret 2019

WARTA JEMAAT 10 Maret 2019



Selamat Ulang Tahun
Hari ini tanggal: 23.07.2019

NamaSektor
... bulan ini selengkapnya
Selamat Ultah Perkawinan
Hari ini tanggal: 23.07.2019

Suami-IsteriSektor
... bulan ini selengkapnya