View : 1811 kali


Peraturan Gereja
Kamis, 24 Mei 2012

BAB IV | POKOK POKOK KEBIJAKAN UMUM PANGGILAN DAN PENGUTUSAN GEREJA (PKUPPG)

Pengertian

Pokok-pokok Kebijakan Umum Panggilan dan Pengutusan Gereja (disingkat : PKUPPG) adalah garis besar atau pokok-pokok kebijakan umum Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) dalam memenuhi tugas panggilan dan pengutusannya di tengah - tengah gereja, masyarakat dan dunia dalam suatu periode waktu tertentu (dhi. 20 tahun).

Sebagaimana hakekat gereja, maka Pokok-pokok Kebijakan Umum Panggilan dan Pengutusan Gereja (GPIB) merupakan dasar dan pedoman dari setiap perangkat organisasi yang mengemban tugas dan tanggungjawab serta kewajiban gereja dalam menjabarkan program-program kerja, sehingga ia lebih terarah, terencana dan berkesinambungan.

PKUPPG adalah merupakan perwujudan dari Gereja Misioner yang selalu menghadirkan misinya, yaitu Gereja yang selalu menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah dan menjadi garam dan terang bagi dunia serta mengharapkan umat-Nya dapat duduk, makan bersama menikmati persekutuan kerajaan Allah. Kehadirannya diharapkan dalam wujud nyata melalui program-program kerja dalam bidang PPG, yaitu Persekutuan, Pelayanan dan Kesaksian sebagai fungsi utama dan pokok gereja.

Landasan
Pokok-pokok Kebijakan Umum Panggilan dan Pengutusan Gereja (PKUPPG) GPIB, disusun berdasarkan :
1. Alkitab
2. Pengakuan Iman Gereja (credo)
a. Pengakuan Iman Rasuli
b. Pengakuan Iman Nicea Konstantinopel
c. Pengakuan Athanasius
3. Dokumen Keesaan Gereja (DKG PGI)
4. Pemahaman Iman GPIB
5. Tata Dasar Gereja GPIB

PKUPPG GPIB dirumuskan oleh Presbiter GPIB yang menggumuli kehadiran GPIB sejak awal sampai memasuki periode ketiga dari pentahapan PKUPPG GPIB. Presbiter itu ditetapkan oleh Pimpinan Gereja sebagai cerminan asas Presbiterial Sinodal. Pergumulan dari aspek teologis, eklesiologis dan misiologis serta pertimbangan sosial dan manajerial dilakukan berjenjang dan berkesinambungan.

Mekanisme dan Prinsip kerja merumuskan PKUPPG selalu dilakukan dengan budaya musyawarah untuk mufakat dan kepelbagaian untuk kebersamaan. Jemaat-jemaat memberikan pertimbangan dan tanggapan atas rancangan dasar (Randas) materi sampai dengan rancangan ketetapan (Rantap) materi dari Persidangan Presbiter, sehingga tidak bermuatan lokal dan pribadi atau kelompok. ???

Maksud Dan Tujuan
PKUPPG disusun dan ditetapkan dengan maksud sebagai arah, pedoman dan tolok ukur bagi gereja dalam melaksanakan tugas tanggungjawab dan kewajibannya dalam memenuhi panggilan dan pengutusannya.
Tujuan PKUPPG agar Gereja (GPIB) mampu mewujudkan tugas-tugas itu melalui program dan aksi nyata sebagai tanda kehadiran Kerajaan Allah, dan tanda kehidupan yang menjadi garam dan terang dunia serta pembawa damai sejahtera Yesus Kristus.

Maksud dan Tujuan PKUPPG harus selalu dinyatakan dalam gerak langkah perangkat organisasi dan perangkat pelayanan yang menuju pembangunan Gereja Misioner. Karenanya ia harus menampakkan visi dan misi yang menjadi acuan kehadiran dan perannya.

Profil PKUPPG
Pelaksanaan Pokok-Pokok Kebijakan Umum Panggilan dan Pengutusan Gereja (PKUPPG) GPIB Jangka Panjang I dalam periode waktu 20 tahun, yaitu sejak 1986 - 2006 telah berjalan dengan segala keadaan dan kondisi akhir. Karenanya penyusunan PKUPPG untuk ditetapkan pada Persidangan Sinode XVIII GPIB 2005 adalah rumusan untuk PKUPPG GPIB Jangka Panjang II dalam periode waktu 20 tahun, yaitu sejak 2006 - 2026 yang dijabarkan melalui pentahapan 5 (lima) tahunan sebagai KUPPG Jangka Pendek.

Profil Pokok-pokok Kebijakan Umum Panggilan dan Pengutusan Gereja disingkat PKUPPG, mempunyai hubungan erat dengan Pemahaman Iman (PI) GPIB, karena PI adalah landasan dari sikap GPIB terhadap realitas kehadirannya di tengah-tengah dunia. Dengan demikian rumusan PI terjabarkan dalam pemahaman gereja secara konkrit dalam Iingkungan dan waktu. Jabaran ini adalah eklesiologi, yaitu kehadiran gereja melalui wujud panggilan dan pengutusannya ditengah-tengah waktu dan tempat, dimana gereja berada. Rumusan eklesiologi inilah yang kemudian melahirkan PKUPPG sebagai jabaran yang lebih konkrit.

PKUPPG menjadi rumusan umum dari program GPIB secara sinodal yang menyangkut program jangka panjang 20 tahun, jangka pendek 5 tahun dan program tahunan. Implementasi yang lebih rinci dari KPUPPG adalah program program yang lebih momental secara periodik dan dirumuskan dalam bentuk tema-tema kegiatan yang lebih aktual. Dengan dasar kerja ini jajaran GPIB dapat bekerja dengan tema yang sama dan membentuk kegiatan yang mengadaptasi kondisi lokal di masing-masing daerah.

Pelaksanaan PKUPPG berhubungan erat dengan Tata Gereja sebagai aturan yang sistimik mengatur konkretisasi pelaksanaan program dalam bentuk kegiatan pada seluruh jajaran GPIB mulai dari tingkat sinodal sampai ke tingkat jemaat. PKUPPG merupakan penuntun operasional bagi program-program GPIB.

Dengan demikian, maka PKUPPG lebih bersifat sebagai "garis pembatas" agar kebijakan juga fokus kegiatan penata layanan di jemaat GPIB lebih terarah. Oleh sebab itu, penting untuk diperhatikan, bahwa proses rancang bangun pemikiran dalam PKUPPG, bukan hanya berkisar seputar penguatan sistimik, akan tetapi harus mampu menjabarkan nilai-nilai misi, dalam pengertian yang seluas-Iuasnya tanpa mengabaikan paradigma sosial budaya, Iingkungan komunitas jemaat jemaatnya serta perkembangan masyarakat pada umumnya. Tujuannya agar menghasilkan analisa kritis dan menyeluruh, utuh dan obyektif. Dengan memperhatikan dasar-dasar. berpikir sebagaimana telah diuraikan diatas, rancang bangun yang dihasilkan oleh PKUPPG harus memiliki misi : "Memuliakan Allah dan menolong sesama dan mendatangkan damai sejahtera".

Penekanan pada upaya mewujud-nyatakan GPIB sebagai Jemaat Misioner, sejak awal berdirinya itu, tentu saja menuntut kemampuan warga gereja untuk merancang bangun suatu sistim berpikir yang benar-benar mampu menjabarkan nilai-nilai misi dalam kerangka berpikir yang seluas-Iuasnya. Dan hal itu dapat kita pahami kini karena sudah diteladankan oleh tim-tim PKUPPG sejak awal pertama PKUPPG ada. Saat ini rancang bangun PKUPPG, sama seperti masa-masa PKUPPG lalu, ditantang kemampuannya, untuk menjawab pergumulan terkini, dimana Gereja / GPIB ada. Itu berarti, dibutuhkan kemampuan menganalisa yang tajam. Baik terhadap perkembangan paradigma sosial, politik, budaya, yang mewacana dilingkup komunitas keumatan GPIB, pun dalam konteks yang paling luas, yakni bangsa-negara.

Guna mewujudkan cita-cita Jemaat Misioner secara utuh, Tri Dharma Gereja - Koinonia. Diakonia, dan Marturia - harus menjadi dasar berpikir utama sebagai panggilan dan pengutusan gereja yang berasaskan Presbiterial Sinodal. ketiga unsur dalam Tri Dharma tersebut tidak boleh dipahami secara terpisah. Pemahaman secara terpisah akan menyebabkan pikiran pikiran dikotomis antara diaken, penatua dan pendeta, antara pendeta dengan Majelis Jemaat, antara Majelis Jemaat dengan Pelaksana Harian Majelis Jemaat, bahkan antara umat sendiri dengan Fungsionaris Pelayanan.

Pemahaman tentang 'presbiter' sebagai yang di-tuakan' mestinya dicirikan oleh 'kearifan'. Dalam konteks kearifan 'kepemimpinan kolektif' - yang berbasis banyak orang - tidak mungkin mengabaikan adanya 'pemimpin' - yang berbasis pada satu orang saja. Justru dalam kepemimpinan kolektif itu, semangat 'kolegial' yang berbasis banyak orang - mengendalikan kecenderungan 'otoriter' - yang berbasis pada satu orang saja. Dalam pemahaman yang seperti ini posisi pendeta sebagai Ketua Majelis Jemaat, justru mengayomi dan mestinya menjadi titik temu sekaligus titik berangkat semua aspirasi.

Tri Dharma itu juga menjadi dasar Pembinaan Warga Gereja (PWG) dengan tujuan: Membina Warga Gereja yang berkualitas secara Spiritiual dan Intelektual agar mampu menjawab tantangan pembangunan di Indonesia.

Kini, soal yang paling aktual baik dalam Pergumulan di lingkup GPIB, dan dunia sekitarnya adalah, mengembangkan semangat keberimanan seturut teladan hidup, karya, dan ajaran Yesus. Itu menunjuk pada pola hidup yang memuliakan Allah dan menolong sesama serta mendatangkan damai sejahtera. Pola hidup seperti ini akan terwujud kalau cara memahami makna Tri Dharma Gereja tadi utuh. Sehingga pemahamannya tidak lagi ditataran fungsi, melainkan secara teologis menjadi fungsional dalam perilaku kehidupan. Bila di kembangkan semangat melayani satu dengan lainnya, maka solidaritas dalam jemaat GPIB semakin kokoh. Bila tidak, maka, GPIB akan sulit mewujud-nyatakan cita-cita Jemaat Misionernya. Sebab konsep Jemaat Misioner tidak hanya menuntut kuantitas semata. (contoh : jumlah pos-pos PELKES yang terus semakin bertambah), tetapi juga kualitas keimanan, yang dinyatakan dalam pola hidup keseharian, sehingga kehadiran GPIB menggarami dunia sekitarnya.

Rancangan PKUPPG terdahulu memang banyak berupaya untuk mengarahkan perhatian kebijakan GPIB pada semangat misi gereja. Kedepan tujuan PKUPPG semakin difokuskan kepada upaya merancang pola hidup warga jemaat dan pejabatnya yang memuliakan Allah dan menolong sesama serta mendatangkan damai sejahtera secara nyata melalui pengokohan solidaritas sosial dalam GPIB, yang mesti membias pada pola hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, PKUPPG, tidak sekedar merancang sebuah teologi dari paradigma organisatoris belaka. Ini dapat kita pahami dari keberadaan PKUPPG sekarang. Lebih dan pada Itu, PKUPPG saat ini, mengajukan suatu pola kehidupan sosial dalam komunitas yang sudah sejak dulu ada, namun kini diingatkan ulang, yaitu semangat solidaritas atau kepedulian yang bermakna pada pola keberimanan pengikut Yesus. Sebab, Yesus Kepala Gereja sarat dengan semangat kepedulian, kesetiakawanan, terhadap sesama-Nya saat itu. Itu sebabnya, makna terdalam dari teladan Yesus adalah memuliakan Allah dan menolong sesama. (Mat. 22 : 37-40) serta mendatangkan damai sejahtera (Yoh. 14:27) yang berbasis pada solidaritas atau kepedulian.

Untuk membangun, meningkatkan spiritualitas Jemaat/gereja (Iih. Efesus 4 : 12-16); Gereja sebagai persekutuan orang percaya menggambarkan Panggilan dan Pengutusan. Oleh sebab itu, melalui pola pembinaan yang efektif penguatan Pemahaman Iman harus terus dikembangkan secara simultan, komprehensif, baik dalam Karsa dan Karya.

Pengelompokan PKUPPG
Selama ini penjabaran tugas utama Panggilan dan Pengutusan Gereja (PKUPPG) dijabarkan dalam 10 (sepuluh) bidang/program, terdiri dari : Iman Ajaran Ibadah (IAI), Gereja dan Masyarakat (GERMAS), Organisasi dan Komunikasi (ORKOM), Pelayanan dan kesaksian (PELKES), Pembinaan Pengembangan Sumber Daya Insani (PPSDI), Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan (LITBANG), Bidang Pelayanan Kategorial (BPK), Daya dan Dana (DADA), Umum. Ke-10 bidang/program tersebut dikelompokkan menurut fungsi sebagai berikut :

MISIONER

INSTITUSIONAL

PENUNJANG

IAI

Orkom

Daya dan Dana

Gemas

Litbang

Umum

Pelkes

PPSDI

Pendidikan

BPK



Sebelumnya penyusunan PKUPPG memakai pendekatan tugas, kegiatan dan organisasi, yaitu merupakan kombinasi antara fungsi gereja dan fungsi manajemen. Manajemen berada di luar konteks PKUPPG. Karena yang akan ditetapkan hanyalah kebijakan umum tentang fungsi gereja dan bukan fungsi pimpinan gereja. Pada umumnya fungsi manajemen adalah Perencanaan, Pengorganisasian, Kepemimpinan, Komunikasi, Evaluasi, Pengendalian dan Penelitian.

Adapun yang menjadi pertimbangan mengapa PKUPPG disusun hanya berdasarkan fungsi gereja adalah karena kebijakan dan perencanaan bahkan tugas dan kegiatan sesuatu organisasi biasanya berdasarkan fungsi organisasi. Karenanya perlu dibedakan antara fungsi gereja (GPIB) dan fungsi pimpinan (Majelis Sinode/Majelis Jemaat), sebab PKUPPG disusun hanya menyangkut kebijakan tentang fungsi gereja saja dan tidak menyangkut fungsi pimpinan. Sebagai contoh, ada beberapa bidang kegiatan yang ada pada PKUPPG di masa yang lalu seperti Organisasi Komunikasi, Penelitian Perencanaan dan Pengembangan, adalah nyata fungsi pimpinan, kemudian Pembinaan, Pendidkan adalah merupakan strategi dari kebijakan agar fungsi gereja tercapai. BPK adalah bidang kegiatan sebagai Pelaksana/Pembantu Majelis Sinode/Majelis Jemaat dalam rangka melaksanakan tugas Panggilan dan Pengutusan Gereja. Sedangkan Umum adalah 'general affairs' sebagai penunjang pimpinan.

PKUPPG adalah penetapan Kebijakan Umum atas Panggilan dan Pengutusan Gereja untuk dapat menjalankan Visi dan Misi GPIB yang telah ditentukan. Kebijakan Umum ditetapkan karena harus menindak-Ianjuti adanya Panggilan dan Pengutusan Gereja. Kebijakan yang ditetapkan mengikuti fungsi yang ada di GPIB selaku Gereja. Jadi PKUPPG disusun berdasarkan fungsi gereja.

Fungsi gereja adalah yang dikenal dengan "Tri Dharma Gereja", yaitu Persekutuan, Pelayanan dan Kesaksian. Ketiga fungsi ini merupakan fungsi utama dalam gereja yang disebut juga fungsi misioner.
Agar fungsi misioner tersebut dapat terwujud dengan baik maka perlu ditunjang oleh Sumber Daya Gereja. Jadi Sumber Daya Gereja berfungsi sebagai penunjang terhadap proses administrasi dalam pengertian yang luas. Penunjang dimaksud adalah : Sumber Daya Insani, Dana, Fasilitas dan Sistim Informasi.

Setelah mengalami pengkajian ekklesiologi-misiologi dan konteks masa kini dan masa depan serta pertimbangan manajerial, maka dilakukan upaya perelevansian PKUPPG Jangka Panjang II melalui pendekatan sebagai berikut :

Fungsi Utama Gereja Penunjang 1. Persekutuan 1. Sumber Daya Insani 2. Pelayanan 2. Dana 3. Kesaksian 3. Fasilitas 4. Sistim Informasi

Dengan memperhatikan tujuan dan sasaran, jangka waktu dan langkah- langkah strategis untuk mencapai tujuan maupun sasaran maka untuk KUPPG 5 (lima) tahun ditetapkan pokok-pokok program.

Adapun pokok-pokok program disesuaikan dengan 6 (enam) bidang kegiatan pada PKUPPG Jangka Panjang II, yaitu : 1. TEOLOGIA, meliputi bidang Iman, dan Ajaran, Ibadah dan Musik Gereja serta Pengkajian Teologi. 2. PELAYANAN dan KESAKSIAN (PELKES), meliputi bidang Pengembangan dan Penatalayan Pos Pelkes, PMKI, Diakonia Crisis Centre (Penanggulangan Bencana SATGAS BENCANA). 3. GEREJA, MASYARAKAT dan AGAMA-AGAMA (GERMASA), meliputi bidang Keesaan Gereja (Oikumene), Kemasyarakatan: HAM, Hukum, Lingkungan Hidup, dan Lintas Agama-agama (hubungan agama lain) 4. PEMBINAAN dan PENGEMBANGAN SUMBER DAYA INSANI serta PENINGKATAN PERANAN KELUARGA (PPSDI - PPK), meliputi bidang Pembinaan dan Pengembangan Warga Gereja (Warga Jemaat, Kategorial dan Presbiter), Peningkatan Peran Keluarga (Bapak, Ibu, Pemuda Teruna dan Anak), Kelompok Profesi dan Fungsional, Pendidikan serta Pengembangan Personalia GPIB. 5. PEMBANGUNAN EKONOMI GEREJA, meliputi bidang Keuangan (perbendaharaan dan akuntansi), Daya dan Dana, Pemanfaatan dan Pengembangan Harta Milik Gereja, Badan Usaha/Badan Hukum GPIB. 6. INFORMASI, ORGANISASI dan KOMUNIKASI (INFORKOM) meliputi bidang Sistim Informasi Manajemen (SIM), Perencanaan Organisasi dan Komunikasi serta Penelitian dan Pengembangan (LITBANG).

Uraian sesuai bidang / program atas KUPPG tersebut setiap tahun dibijaki melalui Persidangan Sinode Tahunan (PST), yang akan menetapkan Program Kerja / Kegiatan dan Anggaran Penerimaan dan Pengeluaran tahunan tingkat sinodal.
PKUPPG jangka panjang II tahun 2006-2026 dilaksanakan seperti TATAKALA berikut :
TATA KALA
PKUPPG JANGKA PANJANG II 2006-2026
KUPPG JANGKA PENDEK I 2006-2011
Tema Sentral :
Yesus Kristus Sumber Damai Sejahtera (Yohanes 14:27)

Tema PKUPPG Jangka Pendek I 2006-2011:
Mempersiapkan Masa Depan Bangsa Yang Damai Sejahtera Dengan Sikap Tulus Dan Jujur (Mazmur 37;37)





Arsip Peraturan Gereja:

Kamis, 24 Mei 2012
Peraturan Gereja
P E N G A N T A R

Kamis, 24 Mei 2012
Peraturan Gereja
BAB I | PENDAHULUAN

Kamis, 24 Mei 2012
Peraturan Gereja
BAB II | PERGUMULAN GPIB

Kamis, 24 Mei 2012
Peraturan Gereja
BAB III | MEMBANGUN DAN MENGEMBANGKAN GEREJA MISIONER

Kamis, 24 Mei 2012
Peraturan Gereja
BAB V | PKUPPG JANGKA PANJANG II (2006 - 2026)

Kamis, 24 Mei 2012
Peraturan Gereja
BAB VI | PELAKSANAAN

Kamis, 24 Mei 2012
Peraturan Gereja
BAB VII | KEBIJAKAN UMUM PANGGILAN DAN PENGUTUSAN GEREJA TAHUN 2006 - 2011

Kamis, 24 Mei 2012
Peraturan Gereja
BAB VIII | KONSEP RANCANGAN UMUM KUPPG-GPIB JANGKA PENDEK II TAHUN 2011 - 2016

Kamis, 24 Mei 2012
Peraturan Gereja
BAB IX | P E N U T U P

Arsip Peraturan Gereja..




Last Searches:

Kategori Utama: Artikel dari Majelis Sinode GPIB (226), Artikel Rohani (23), Berita Gereja dan Dunia (1331), Berita Gereja dan Dunia 2012 (47), Berita Gereja dan Dunia 2013 (412), Berita Gereja dan Dunia 2014 (209), Berita Gereja dan Dunia 2015 (93), Berita GPIB Immanuel Bekasi (28), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2011 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2012 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2014 (60), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2015 (63), Bidang Teologi (13), Catatan Dari Meja Pendeta (196), Informasi Kantor Sekretariat (5), Jemaat Sakit Mohon Dukungan DOA (43), Kalender Kegiatan Harian (13), Kegiatan Hari Ini (851), Logo Kain Mimbar (9), Materi Katekisasi (48), Materi Khotbah (10), Materi Pembinaan Jemaat Download (2), Pelayan Firman di Gereja (159), Pelengkap Kidung Jemaat (119), Pembinaan Warga Gereja (16), Peraturan Gereja (10), Perpustakaan Rohani (290), Perpustakaan Rohani 2 (78), Renungan SBU Malam (331), Renungan SBU Malam 2013 (369), Renungan SBU Malam 2014 (368), Renungan SBU Malam 2015 (211), Renungan SBU Pagi (331), Renungan SBU Pagi 2013 (366), Renungan SBU Pagi 2014 (368), Renungan SBU Pagi 2015 (211), SMS dari Pendeta (125), Tentang GPIB Immanuel Bekasi (19), Warta Jemaat (2)
Minggu, 10 Maret 2019

WARTA JEMAAT 10 Maret 2019



Selamat Ulang Tahun
Hari ini tanggal: 18.03.2019

NamaSektor
Sdr EMMANUEL BOBBY DYLON KAENDO1
Bp. MARKUS LODEWYK TEHUPEIORY1
Sdr MICHAEL DAVID WAWOH2
Sdri MARTINA O. HETHARIA3
Ibu. MARTINA A. MANOPO4
Sdr YOHANES PATRICK LEWI SITANIAPESSY4
Bp. JEFRY SALHUTERU5
Bp. SUGIHARTO KURNIAWAN WISNU6
Bp. ERICK MANUPUTTY7
Sdri MONICA MARESKA SONDAKH9
Ibu TUTI ROSNAWATI9
Bp. MARLON MAHULETTEKS
... bulan ini selengkapnya
Selamat Ultah Perkawinan
Hari ini tanggal: 18.03.2019

Suami-IsteriSektor
Bp. SUTARSO & Ibu. SUZANA SULISTIOWATI6
... bulan ini selengkapnya





Sub Kategori Peraturan Gereja: