View : 47 kali


Catatan Dari Meja Pendeta
Minggu, 24 Februari 2019

PERANAN DOA dalam Ibadah GPIB

PERANAN DOA dalam Ibadah GPIB

PERANAN DOA dalam Ibadah GPIB

Pengertian Doa
Kalau ditanya kepada orang beragama, apa itu doa ... maka semua umat beragama mampu untuk mendefenisikan apa itu doa. Karena semua agama juga mengajarkan tentang berdoa, bagaimana tata cara kita berdoa, apa manfaat dari doa itu sendiri. Jadi hal berdoa tidak hanya ada pada umat Kristen saja, tetapi ada pada semua umat beragama.

Pada umumnya doa dimengerti sebagai permohonan (Pujian, harapan, permintaan) kepada Tuhan. Yang dinaikan dengan cara mengucapkan melalui kata - kata, perasaan hati dan tata cara ritual penyembahan.

Doa menurut Iman Kristen :
Dalam Perjanjian Lama (PL), Doa mencakup Permohonan (Mazmur 116 : 1 - 8), Pengakuan dosa (Mazmur 50) dan Pengucapan Syukur (Mazmur 150).
Dalam Perjanjian Baru (PB), diceritakan tentang Tuhan Yesus yang sering berdoa kepada BapaNya (Matius 6 : 9 - 13; Lukas 11 : 2 - 4). Surat surat dalam Perjanjian Baru, mengajarkan Doa kepada Allah dilakukan melalui Kristus (Roma 1 : 8). Doa dalam Perjanjian Baru mencakup pujian (Kisah Para Rasul 2 : 47), Pengucapan Syukur (I Korintus 14 : 16 - 17) dan Permohonan (Filipi 4 : 6 ) termaksud Syafaat.

Untuk memahami apa itu doa menurut iman Kristen maka, kita perlu kembali melihat pada tradisi Yahudi, karena kita berakar dari sana. Bagi orang Yahudi, doa bukalah menjadi satu rutinitas belaka, tetapi doa adalah hal yang sangat penting dan mendasar, sampai sampai ada ungkapan "begitu seorang anak Yahudi belajar bicara, yang mereka ucapkan pertama kali adalah doa". Itu berarti doa bagi orang Yahudi menjadi hal yang sangat mendasar. Bahkan doa menjadi sangat sentral dalam peribadahan ketika Bait Allah dihancurkan karena orang tidak lagi bisa mempersembahkan korban bakaran, sehingga doa menjadi praktek keimanan mereka kepada Allah. Perhatikan Daniel 6 : 11 dikatakan bahwa Daniel berdoa tiga kali dalam sehari (konteksnya Bait Allah sudah dirubuhkan).

Bagi orang Yahudi, ada dua macam doa :
1.Doa-doa bebas.
Sesuai namanya maka setiap orang tentu saja memiliki ciri khas-nya sesuai dengan pergumulan mereka masing-masing.

2.Doa-doa khusus.
Doa yang seperti ini tentu saja sudah ada rumusan bakunya. Ingat doa yang disampaikan Tuhan Yesus sebelum ajal menjelang "Ya Bapa ke dalam tanganMu kuserahkan Rohku". Ini adalah doa baku yang selalu diucapkan oleh orang yahudi ketika hendak meninggal dunia atau Doa Bapa Kami yang kemudian dimasukkan kedalam Ibadah Ritual Gereja.

Hakikat Doa
Dalam perjanjian Lama Bahasa Ibrani kata kerja hitpalled (berdoa) selalu dengan subyek manusia yang memanjatkan doa kepada Tuhan. Manusia perlu berdoa karena melalui doa manusia dapat berdialog kepada Tuhan, yang didalamnya baik Tuhan maupun manusia masing masing secara aktif terlibat. Sehingga Doa juga berarti satu wujud komunikasi kita dengan Allah, dengan demikian doa yang kita panjatkan sangat tergantung bagaimana hubungan kita dengan Tuhan, kalau kita akrab dengan Tuhan maka doa menjadi saat yang menyenangkan. Sebaliknya jika hubungan dengan Tuhan terganggu maka kita mengalami kesulitan dalam berdoa. Menurut Marter Luther DOA adalah nafas orang percaya (bhs. Ibr. TEFILLAH). Yohanes Calvin mengatakan Doa adalah setengah dari pekerjaan kita Itu berarti Doa menjadi bagian yang pokok dan tak terpisahkan dari kehidupan kita sebagai orang percaya.

Doa dalam Ibadah di GPIB
Karena doa mempunyai arti yang sangat penting, maka dalam ibadah atau Tata Ibadah GPIB doa memeliki kedudukan yang sangat penting. Hal ini terlihat dalam Tata ibadah - Ibadah kita :
Sebelum memulai ibadah para pelayan yang akan bertugas harus memulai dengan doa konsistori di ruang konsistoris, sendangkan di ruang ibadah, umat melakukan saat teduh guna mempersiapakan hati untuk berjumpa dengan Tuhan dalam ibadah Ritual.
Ritual Ibadah, dari awal sampai akhir dari Tata Ibadah kita selalu sarat dengan doa. Baik itu melalui pujian umat, doa, dan pengakuan akan kuasa Allah seperti kata Haleluya sebelum Firman dibacakan. Bahkan dalam Ibadah Keluarga di hari Rabu ke 3 dalam satu bulan, GPIB Immanuel di Bekasi memberikan perhatian penting bagi doa, sehingga umat dapat mengambil bagian dalam doa bersama. Sehingga kita dapat katakan bahwa GPIB adalah gereja yang berdoa.

Hanya saja ketika kita berdoa, kita selalu menghendaki jawaban doa kita segera dijawab.
Apakah memang demikian ? Mari kita lihat beberapa jawaban Tuhan atas doa doa yang dinaikkan :
1.Petrus dipenjara , Jemaat berdoa, dan Petrus langsung bebas (Kisah Para Rasul 12 : 5 - 11)
2.Eliezer, hamba Abraham bingung menentukan gadis calon jodoh untuk Ishak. Ia berdoa dan langsung menemukan Ribka ( Kejadian 24 : 12 - 21)
3.Musa memohon dengan sangat pada Tuhan agar diperkenankan masuk tanah Kanaan sesudah itu ia rela mati ( Bilangan 14 ; 11 - 23 ; Ulangan 32 : 48 - 52)
Itu berarti tidak semua doa yang dinaikkan dijawab oleh Tuhan menurut apa yang kita inginkan melainkan menurut Yohanes 15 : 7 dikatakan bahwa Jika kamu tinggal didalam Aku dan Firman-Ku tinggal didalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Itu berarti Orang yang hidup dekat dengan Tuhan dan FirmanNya membuat orang tahu apa yang akan dimintanya kepada Tuhan dan bagaimana ia harus dengan sabar meminta serta menaruh pengharapan dalam kuasa Allah.





Arsip Catatan Dari Meja Pendeta:

Minggu, 17Maret 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
DUTA KARYA ALLAH

Minggu, 10 Maret 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
TIDAK TERSESAT ATAUPUN MENYESATKAN

Sabtu, 03 Maret 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
HUT Pelkat PKP ke 53



Minggu, 17 Februari 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
MENGHORMATI KETETAPAN ALLAH

Minggu, 10 Februari 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
ADAKAH BATASAN MENOLONG ?

Minggu, 03 Februari 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
PESAN MAJELIS SINODE DALAM RANGKA HUT KE-36 PELKAT PERSEKUTUAN TERUNA GPIB

Minggu, 27 Januari 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
PEGANG TEGUH IMANMU

Minggu, 20 Januari 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
TUHAN MEMBERI YANG TEPAT DALAM KEADAAN SULIT

Minggu, 13 Januari 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
SEMANGAT UNTUK MEMBANGUN JEMAAT KRISTUS

Minggu, 06 Januari 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
ALLAH TIDAK LUPA



Arsip Catatan Dari Meja Pendeta..




Last Searches:

Kategori Utama: Artikel dari Majelis Sinode GPIB (226), Artikel Rohani (23), Berita Gereja dan Dunia (1331), Berita Gereja dan Dunia 2012 (47), Berita Gereja dan Dunia 2013 (412), Berita Gereja dan Dunia 2014 (209), Berita Gereja dan Dunia 2015 (93), Berita GPIB Immanuel Bekasi (28), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2011 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2012 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2014 (60), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2015 (63), Bidang Teologi (13), Catatan Dari Meja Pendeta (196), Informasi Kantor Sekretariat (5), Jemaat Sakit Mohon Dukungan DOA (43), Kalender Kegiatan Harian (13), Kegiatan Hari Ini (851), Logo Kain Mimbar (9), Materi Katekisasi (48), Materi Khotbah (10), Materi Pembinaan Jemaat Download (2), Pelayan Firman di Gereja (159), Pelengkap Kidung Jemaat (119), Pembinaan Warga Gereja (16), Peraturan Gereja (10), Perpustakaan Rohani (290), Perpustakaan Rohani 2 (78), Renungan SBU Malam (331), Renungan SBU Malam 2013 (369), Renungan SBU Malam 2014 (368), Renungan SBU Malam 2015 (211), Renungan SBU Pagi (331), Renungan SBU Pagi 2013 (366), Renungan SBU Pagi 2014 (368), Renungan SBU Pagi 2015 (211), SMS dari Pendeta (125), Tentang GPIB Immanuel Bekasi (19), Warta Jemaat (2)
Minggu, 10 Maret 2019

WARTA JEMAAT 10 Maret 2019



Selamat Ulang Tahun
Hari ini tanggal: 18.03.2019

NamaSektor
Sdr EMMANUEL BOBBY DYLON KAENDO1
Bp. MARKUS LODEWYK TEHUPEIORY1
Sdr MICHAEL DAVID WAWOH2
Sdri MARTINA O. HETHARIA3
Ibu. MARTINA A. MANOPO4
Sdr YOHANES PATRICK LEWI SITANIAPESSY4
Bp. JEFRY SALHUTERU5
Bp. SUGIHARTO KURNIAWAN WISNU6
Bp. ERICK MANUPUTTY7
Sdri MONICA MARESKA SONDAKH9
Ibu TUTI ROSNAWATI9
Bp. MARLON MAHULETTEKS
... bulan ini selengkapnya
Selamat Ultah Perkawinan
Hari ini tanggal: 18.03.2019

Suami-IsteriSektor
Bp. SUTARSO & Ibu. SUZANA SULISTIOWATI6
... bulan ini selengkapnya