View : 97 kali


Berita Gereja dan Dunia 2019
Sabtu, 23 November 2019

Sejarah Berdirinya GPIB Zebaoth Bogor, Berusia 100 Tahun Dulunya Disebut Gereja Ayam

Sejarah Berdirinya GPIB Zebaoth Bogor, Berusia 100 Tahun Dulunya Disebut Gereja Ayam Seminar kebangsaan dan peluncuran buku sejarah Zebaoth Bogor memperingati 100 tahun berdirinya gedung gereja Zebaoth Bogor digelar Sabtu (23/11/2019).


Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Sejarah Berdirinya GPIB Zebaoth Bogor, Berusia 100 Tahun Dulunya Disebut Gereja Ayam, https://bogor.tribunnews.com/2019/11/23/sejarah-berdirinya-gpib-zebaoth-bogor-berusia-100-tahun-dulunya-disebut-gereja-ayam?page=4. Penulis: Soewidia Henaldi Editor: Soewidia Henaldi
Seminar kebangsaan dan peluncuran buku sejarah Zebaoth Bogor memperingati 100 tahun berdirinya gedung gereja GPIB Zebaoth Bogor digelar Sabtu (23/11/2019).

Zebaoth yang semula bernama Koningin Wilhelmina Kerk, merupakan gereja peninggalan jaman Belanda.

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto menjadi pembicara utama.

Sementara narasumbernya, KH Mustofa Abdullah bin Nuh yang juga Ketua MUI Kota Bogor dan Prof Dr Rudy Ch Tarumingkeng, profesor IPB yang juga saksi sejarah

Seminar yang berlangsung didalam ruang ibadah GPIB Zebaoth yang beralamat di Jalan Djuanda, Kota Bogor ini diikuti 400 peserta yang berasal dari FKUB, Basolia, Pemda Kota Bogor, TNI dan Polri, mahasiswa IPB serta masyarakat umum dan warga jemaat GPIB Zebaoth.

Dalam pemaparannya, Bima Arya mengatakan, jika kota lain masih sibuk mencari jati diri, Kota Bogor sudah memilikinya sejak lama.

Menurutnya kota yang punya sejarah, akan punya katakter.

Sejarah dan karakter ini menjadi kekuatan ikatan yang sangat kuat. Kota Bogor akan selalu bangga, karena menjadi kota pusat perdamaian demi masa depan.

"Ya, kalau bocor dikit-dikit ya biasalah,"kata Bima Arya.

Orang nomor satu di Pemerintahan Kota Bogor ini dengan tegas menolak anggapan orang yang menyebut Kota Bogor adalah kota intoleran antar umat beragama.

"Darimana rumus itu. Tanya dulu baru bicara. Perbedaan adalah keniscayaan. Tapi kebersamaan harus diperjuangkan," ujar Bima Arya disambut tepuk tangan peserta.

Bima Arya menegaskan, setiap hari raya Natal, dirinya selalu melakukan kunjungan ke gereja dan mengucapkan selamat Natal.

Ia mengajak semua warga Kota Bogor, akan lebih mengedepankan toleransi daripada perbedaan.

"Terlalu banyak kita kedepankan perbedaan, maka kita berjalan mundur. Mari kita utamakan toleransi. Tujuan hidup kita hanya satu yakni, terciptanya perdamaian di sesama kita,"ungkapnya sambil menambahkan, setiap agenda Pemkot Bogor, selalu bernapaskan toleransi.
Bima Arya berharap, sebagai gereja tertua yang memasuki usia 100 tahun pada tanggal 30 Januari 2020 mendatang, gereja berperan aktif dalam program wisata religi yang bisa dibagikan ke wisatawan yang berkunjung ke gereja Zebaoth.

"Jadi bukan hanya ibadahnya saja. Tapi ada sisi gereja ini yang bisa dimanfaatkan untuk tujuan religi bagi wisatawan," kata Bima Arya.

Berdasarkan sejarah, GPIB Zebaoth Bogor, dulu dikenal dengan nama Koningin Wilhelmina Kerk saat jaman kolonial.

Namun warga Bogor yang susah menyebut ejaan ini, lalu menyebutnya dengan nama gereja ayam.

"Masyarakat waktu itu, susah mengucap bahasa Belanda. Warga menyebut gereja ayam, karena pada ujung teratas gereja, ada logo ayam," kata Deny Boy, Sekretaris GPIB Zebaoth.

Ia menjelaskan, peletakan batu pertama gereja ini pada tahun 1920 oleh Gubernur Hindia Belanda waktu itu yang menjabat bernama Mr. J.P Graaf Van Limburg Stirum.

Gereja ini lalu digunakan oleh warga asing yang di Bogor.

Sementara bagi warga pribumi, beribadah di gedung sebelahnya. Gedung ini kini dipakai oleh Kantor Pos dan Giro.

"Jadi gereja Koningin Wilhelmina Kerk ini, hanya dipakai oleh warga asing dari Ingris, Prancis, Jerman dan lain-lain termasuk Belanda untuk beribadah. Jadi ini gereja warga asing. Untuk warga pribumi, ibadahnya di kantor Pos dan Giro sekarang," kata Deny.

Setelah kemerdekaan 17 Agustus 1945, maka pada tahun 1946, Belanda menyerahkan gedung ini ke pemerintah RI. Pemerintah Soekarno waktu itu, lalu menyerahkan ke sinode dan akhirnya digunakan sebagai tempat ibadah yang jemaatnya berasal dari berbagai suku baik di kawasan Timur maupun Barat Indonesia.

Memasuki tahun 1948, gereja ini bernama GPIB (Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat).

"Tahun 1963, gereja ini resmi disebut GPIB Zebaoth. Kini GPIB Zebaoth sudah memiliki jemaat 1.500 KK atau 6.000 jiwa,"ujarnya.

Penyembah Setan

Sementara itu KH Mustofa Abdullah bin Nuh yang juga Ketua MUI Kota Bogor yang hadir sebagai narasumber mengatakan, sebagai warga Kota Bogor, kita harus bersyukur hidup di negara Indonesia ini.

"Kita harus bersyukur hidup di NKRI yang heterogen, namun aman dan damai. Kita bukan se-agama tapi kita saudara dalam kemanusiaan,"ujarnya.

Menurut kyai KH Mustofa yang merupakan anak dari KH Abdullah bin Nuh, seorang ulama yang berpengaruh, bagi orang beriman, tidak ada musuh.

"Musuh kita bukan karena kita berbeda suku, ras, warna kulit dan agama. Tapi musuh kita hanya satu yaitu setan,"kata KH Mustofa.

Situasi yang terjadi dibeberapa negara di Timur Tengah, akibat dari sekelompok orang yang tercecer yang menjadi penyembah setan.

Kelompok penyembah setan diakui KH Mustofa menjelang akhir jaman, mereka terkesan berkuasa, walau diakui jumlahnya tak seberapa.

"Sifat setan itu yakni, tidak ingin manusia di bumi ini akur. Makanya dengan berbagai cara, mereka mengadu domba. Kristen di adu dengan Islam. Bahkan Islam dengan Islam pun di adu domba. Ini pola penyembah setan. Tapi yakin, kebenaran Tuhan akan mengalahkan mereka, jika waktunya tiba,"ujarnya.(*)

tribunnews.com





Arsip Berita Gereja dan Dunia 2019:

Rabu, 25 Desember 2019
Berita Gereja dan Dunia 2019
Pendeta GPIB Immanuel Tekankan Pesan Toleransi Antarumat Beragama

Rabu, 25 Desember 2019
Berita Gereja dan Dunia 2019
Kota Betlehem

Sabtu, 21 Desember 2019
Berita Gereja dan Dunia 2019
Ini Jadwal Kebaktian Malam Natal dan Hari Natal di Gereja GPIB Immanuel Jakarta

Sabtu, 30 November 2019
Berita Gereja dan Dunia 2019
Peringati Hari Toleransi, GPIB Immanuel Semarang Selenggarakan Pagelaran Seni Nusantara

Selasa, 16 Juli 2019
Berita Gereja dan Dunia 2019
Doa Bukan untuk Mengubah Keadaan Saya Tapi Mengubah Sikap Saya

21 Juni 2019
Berita Gereja dan Dunia 2019
5 kebohongan Novel The Da Vinci Code

Senin, 13 Mei 2019
Berita Gereja dan Dunia 2019
Optimis Konas FK PKB PGI di Solo Berlangsung Sukses

Selasa, 12 Maret 2019
Berita Gereja dan Dunia 2019
Emansipasi Kemanusiaan Yesus

Selasa, 05 Maret 2019
Berita Gereja dan Dunia 2019
GPIB GELAR SIDANG SINODE 2019 DI BALI

Senin, 04 Maret 2019
Berita Gereja dan Dunia 2019
Aksi Pendeta Afrika Hidupkan Orang Mati, Sebuah Kebohongan

Arsip Berita Gereja dan Dunia 2019..




Last Searches:

Kategori Utama: Artikel dari Majelis Sinode GPIB (226), Artikel Rohani (23), Berita Gereja dan Dunia (1331), Berita Gereja dan Dunia 2012 (47), Berita Gereja dan Dunia 2013 (412), Berita Gereja dan Dunia 2014 (209), Berita Gereja dan Dunia 2015 (93), Berita GPIB Immanuel Bekasi (28), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2011 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2012 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2014 (60), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2015 (63), Bidang Teologi (13), Catatan Dari Meja Pendeta (196), Informasi Kantor Sekretariat (5), Jemaat Sakit Mohon Dukungan DOA (43), Kalender Kegiatan Harian (13), Kegiatan Hari Ini (851), Logo Kain Mimbar (9), Materi Katekisasi (48), Materi Khotbah (10), Materi Pembinaan Jemaat Download (2), Pelayan Firman di Gereja (159), Pelengkap Kidung Jemaat (119), Pembinaan Warga Gereja (16), Peraturan Gereja (10), Perpustakaan Rohani (290), Perpustakaan Rohani 2 (78), Renungan SBU Malam (331), Renungan SBU Malam 2013 (369), Renungan SBU Malam 2014 (368), Renungan SBU Malam 2015 (211), Renungan SBU Pagi (331), Renungan SBU Pagi 2013 (366), Renungan SBU Pagi 2014 (368), Renungan SBU Pagi 2015 (211), SMS dari Pendeta (125), Tentang GPIB Immanuel Bekasi (19), Warta Jemaat (2)
Minggu, 26 Januari 2020

MINGGU, 26 JANUARI 2020


Minggu, 26 Januari 2020

MINGGU, 2 FEBRUARI 2020


Minggu, 26 Januari 2020

LAGU LAGU IBADAH MINGGU