View : 57 kali


Berita Gereja dan Dunia 2019
Kamis, 9 April 2020

Terang Paskah di Tengah Pandemi Covid-19

Bangsa dan negara Indonesia sedang menghadapi cobaan berat, dan cobaan berat itu adalah Coronavirus Diseases 2019 (Covid-19) yang sudah menjadi pandemi dunia. Wabah ini sudah melanda 209 negara. Di Indonesia, Covid-19 pun sudah menyebar di seluruh negeri dan mereka yang positif corona sudah ada di 32 provinsi.

Covid-19 telah menciptakan kekalutan dan kegelapan global. Virus maut ini mengguncang semua sendi kehidupan manusia. Berbagai sektor kehidupan manusia terkena dampaknya.

Pandemi Covid-19 tidak saja menghantam sektor ekonomi yang dicerminkam dengan jatuhnya indeks pasar modal, tetapi juga memicu jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga 20% dalam tempo satu bulan. Bahkan banyak anak bangsa yang kehilangan pendapatan karenanya.

Dampaknya bisa saja lebih jelek dari kondisi saat ini jika kita tidak meresponsnya dengan tepat untuk membebaskan bangsa ini dari risiko. Turunnya volume perdagangan internasional atau berhentinya bank memberikan kredit karena terancam tingginya kredit bermasalah, termasauk risiko-risiko yang sangat perlu diantisipasi. Di sisi lain, ancaman gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan risiko kelangkaan pangan bisa menciptakan masalah sosial.

Imbauan untuk menerapkan social distancing pada prinsipnya sangat efektif untuk mencegah penularan corona. Namun imbauan ini perlu dijalankan dengan kesadaran bahwa cara ini ditempuh sebagai bentuk kepedulian dan kecintaan pada orang di sekitar kita. Bukan untuk menciptakan kerenggangan dan jarak sosial di antara masyarakat kita yang kerap melupakan semangat kasih dalam kebersamaan.

Konsentrasi kita menghadapi musuh bersama bernama Covid-19 pun hendaknya tidak membuat bangsa ini lupa akan makna perayaan penting pada bulan April, Hari Kartini. Kartini, seseorang pejuang emansipasi bagi kaum wanita Indonesia dikenal melalui surat-surat yang ditulis semasa hidupnya yang kemudian dibukukan oleh J.H Abendanon pada tahun 1911.

Buku itu kemudian diterjemahan dalam bahasa Indonesia dengan judul "Habis Gelap Terbitlah Terang." Judul ini boleh jadi sangat relevan dengan kondisi kita saat ini.

Pada momentum yang berdekatan, sebagian dari saudara sebangsa akan merayakan hari raya Jumat Agung dan Paskah.

Jika cinta dan kepedulian pada orang sekitar kita tidak menjadi pedoman dalam social distancing, risiko distraksi bisa saja menghinggapi sebagian saudara yang merayakan Paskah, di tengah kekhawatiran akan pandemi Covid-19.



Paskah di Zaman Musa

Bagi saudara-saudara Kristiani, kisah tentang wabah penyakit bisa kita jumpai dari kitab Perjanjian Lama. Dalam Kitab Keluaran, pasal 7-12 dikisahkan, sekitar 15 abad Sebelum Masehi (15 BC) Tuhan pernah membebaskan bangsa Israel setelah ratusan tahun jauh dari tanah leluhur mereka ketika tinggal di wilayah bangsa Mesir.

Tulah yang dikirimkan setelah Raja Firaun menolak permintaan Nabi Musa untuk membebaskan Bani Israel dilukiskan sebagai cara Tuhan membebaskan umatnya, yang didahului dengan cobaan dan tantangan hidup.

Dampak sosial, budaya, politik maupun ekonominya bisa kita tafsirkan kurang lebih sama seperti dampak pandemi Covid-19 yang saat ini tengah kita hadapi.

Saat itu Allah menunjukkan kebesarannya dengan tidak saja mendengarkan keluhan dan tangis orang tertindas. Lebih dari itu Tuhan membebaskan umatnya yang punya kerinduan besar untuk menuju dunia dan hidup baru, menuju tanah yang dijanjikan Allah, di bawah pimpinan Musa.

Keluarnya Bani Israel dari tanah Mesir kemudian dirayakan sebagai Paskah bagi mereka. Paskah pada konteks ini merupakan simbol terang keselamatan dari suatu kondisi kegelapan nasib. Keselamatan itu diperoleh melalui suatu proses yang panjang, kerja rodi, dan rentetan hukuman. Paskah menjajikan harapan dan kebahagian cara baru yang timbul setelah melalui proses pencobaan.


Paskah Kebangkitan Yesus

Paskah dalam versi Perjanjian Baru, adalah perayaan atas bangkitnya Tuhan Yesus dari kubur. Kebangkitan itu juga terjadi melewati proses dari kegelapan saat tengah malam Yesus ditangkap di Taman Getsemani hingga awan gelap yang menyelimuti Gologota saat Dia disalibkan. Lalu datang hari cerah saat peristiwa kebangkitan-Nya.

Memang bagi manusia biasa seperti kita, tidak mudah untuk meyakini di dalam iman bahwa kebangkitan Kristus itu benar adanya. Awalnya pun tidak semua murid Yesus percaya (Lukas 24), sampai pada saat Yesus menampakkan diri pada kedua belas murid-Nya. Saat Yesus meminta Thomas memegang bekas luka tubuh-Nya, yang kemudian membuat semua murid yakin dan percaya (Yohanes 20:25-29).

Pesan Yesus saat itu: "Karena engkau telah melihat Aku maka engkau percaya, berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya."
Melalui peristiwa kebangkitan, Yesus telah mengambil alih dosa-dosa kita semua, seperti yang dilakukan-Nya saat menghadapi utusan imam dan tentara Romawi ketika mereka mencari dan hendak menangkap-Nya. Ia maju ke depan, mengambil alih semua tanggung jawab dengan berkata, ""Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka pergi" (Yohanes 18:8).

Karena keputusan itu, mereka menyalibkan Dia. Mujizat dan penampakan Yesus setelah kebangkitan dapat kita temukan dalam kisah di Danau Tiberias. Ketika Simon Petrus dan murid-murid lain mencari ikan sampai pagi, tapi tidak mendapatkan apapun juga, Ia hadir dan menganugerahi mereka dengan 153 ekor ikan untuk makan pagi. Kisah ini melukiskan, Tuhan memberikan lebih dari apa yang kita dan mereka perlukan. Setelah berusaha dengan penuh perjuangan, Tuhan hadir untuk memberi solusi atas semua persoalan.

Ada pula kisah menarik pada hari Minggu terakhir sebelum Yesus disalibkan, yang biasa diperingati sebagai Minggu Palma atau Palm Sunday yang baru kita lalui beberapa hari yang lalu. Pada saat Dia tengah berkhotbah, datanglah seorang wanita tua yang telah mengalami sakit fisik selama 18 tahun karena setan selalu menyetir hidupnya.

Tuhan Yesus mengambil inisiatif untuk menyembuhkan dia tanpa diminta dan juga tanpa menunggu janji akan adanya sumbangan. Dia melihat wanita itu, Dia tahu, bahwa yang membuat wanita ini sakit adalah pikirannya. Kondisi seperti ini dapat terjadi pada siapa saja, walaupun ia terlihat seperti orang yang taat karena mengenakan kalung salib ataupun rutin pergi ke Gereja.

Tuhan lalu membebaskan dan melepaskan wanita itu dari beban hidupnya. Demikianlah Tuhan Yesus yang telah bangkit dan akan senantiasa membebaskan kita dari penyakit kita. Penyakit yang sunbernya dari mental dan pikiran kita karena ketakutan, kekhawatiran, ketidakyakinan, menjadi hamba dari uang, dan semua sifat "daging" lainnya.


Terbitlah Terang

Paskah bagi umat Kristiani adalah pesta kemenangan. Yesus menang atas maut dengan bangkit dari antara orang-orang mati. Kemenangan terang dari kegelapan.

Paskah kebangkitan adalah pusat dan puncak hidup iman. Kebangkitan yang diimani oleh para Rasul telah diwartakan kepada kita. Di dalam kebangkitan Yesus, kita umat Kristiani bermegah sebagai anak-anak Allah yang merdeka. Seperti kata Paulus, tanpa kebangkitan, sia-sialah iman kita.

Marilah kita bersama saudara-saudara seiman menerima Kebangkitan Tuhan Yesus yang telah membuktikan bahwa harapan kita tidak sia-sia. Pada masa sulit akibat pandemi corona, kita bangkit dengan hati nurani yang baru, yang peduli akan keselamatan sesama.

Mari perbarui cara kerja dan cara berpikir kita sebagai bangsa. Meningkatkan kerja sama antarsesama dan menjaga keseimbangan lingkungan agar tidak menjadi bencana bagi kita. Kita berupaya menjadi orang beriman yang peduli pada sesama dan lingkungan, tidak larut dan dikendalikan oleh teknologi modern yang kita ciptakan.

Penting untuk menjadi orang merdeka dan bermanfaat bagi orang di sekitar kita. Sehingga kita bisa menjadi garam yang membangkitkan semangat baru bagi bangsa dan negara kita yang pada tanggal 21 April 2020 nanti akan merayakan Hari Kartini.

Pada akhirnya sebagai bangsa, kita bisa memaknai arti "Habis Gelap Terbitlah Terang" di tengah keprihatinam bangsa ini.

Yakinlah dengan kerja sama dan kepatuhan mendengarkan imbauan pemerintah, bangsa ini bisa menang perang melawan belenggu penyakit maupun risiko krisis ekonomi yang ditimbulkan oleh kekalutan karena wabah virus corona.

---------------------------

*) Preskom PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk & Wakil Ketua Umum AEI





Arsip Berita Gereja dan Dunia 2019:

Minggu, 22 Maret 2020
Berita Gereja dan Dunia 2019
PGI Imbau Tiadakan Ibadah di Gereja Selama Dua Pekan Sejak 16 Mar 2020

Minggu, 22 Maret 2020
Berita Gereja dan Dunia 2019
Sekte Sesat yang Pemimpinnya Mengaku Pakai Jubah Yesus Dianggap Asal Virus Corona di Korsel

Minggu, 22 Maret 2020
Berita Gereja dan Dunia 2019
Penjelasan Para Ilmuwan soal Sifat Virus Corona dan Penyebarannya yang Ekstrem

Senin, 10 Februari 2020
Berita Gereja dan Dunia 2019
165 tahun Injil di Papua

Rabu, 25 Desember 2019
Berita Gereja dan Dunia 2019
Pendeta GPIB Immanuel Tekankan Pesan Toleransi Antarumat Beragama

Rabu, 25 Desember 2019
Berita Gereja dan Dunia 2019
Kota Betlehem

Sabtu, 21 Desember 2019
Berita Gereja dan Dunia 2019
Ini Jadwal Kebaktian Malam Natal dan Hari Natal di Gereja GPIB Immanuel Jakarta

Sabtu, 30 November 2019
Berita Gereja dan Dunia 2019
Peringati Hari Toleransi, GPIB Immanuel Semarang Selenggarakan Pagelaran Seni Nusantara

Sabtu, 23 November 2019
Berita Gereja dan Dunia 2019
Sejarah Berdirinya GPIB Zebaoth Bogor, Berusia 100 Tahun Dulunya Disebut Gereja Ayam

Selasa, 16 Juli 2019
Berita Gereja dan Dunia 2019
Doa Bukan untuk Mengubah Keadaan Saya Tapi Mengubah Sikap Saya

Arsip Berita Gereja dan Dunia 2019..




Last Searches:

Kategori Utama: Artikel dari Majelis Sinode GPIB (226), Artikel Rohani (23), Berita Gereja dan Dunia (1331), Berita Gereja dan Dunia 2012 (47), Berita Gereja dan Dunia 2013 (412), Berita Gereja dan Dunia 2014 (209), Berita Gereja dan Dunia 2015 (93), Berita GPIB Immanuel Bekasi (28), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2011 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2012 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2014 (60), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2015 (63), Bidang Teologi (13), Catatan Dari Meja Pendeta (196), Informasi Kantor Sekretariat (5), Jemaat Sakit Mohon Dukungan DOA (43), Kalender Kegiatan Harian (13), Kegiatan Hari Ini (851), Logo Kain Mimbar (9), Materi Katekisasi (48), Materi Khotbah (10), Materi Pembinaan Jemaat Download (2), Pelayan Firman di Gereja (159), Pelengkap Kidung Jemaat (119), Pembinaan Warga Gereja (16), Peraturan Gereja (10), Perpustakaan Rohani (290), Perpustakaan Rohani 2 (78), Renungan SBU Malam (331), Renungan SBU Malam 2013 (369), Renungan SBU Malam 2014 (368), Renungan SBU Malam 2015 (211), Renungan SBU Pagi (331), Renungan SBU Pagi 2013 (366), Renungan SBU Pagi 2014 (368), Renungan SBU Pagi 2015 (211), SMS dari Pendeta (125), Tentang GPIB Immanuel Bekasi (19), Warta Jemaat (2)