View : 311 kali


Catatan Dari Meja Pendeta
Minggu, 24 April 2011

KUNCI KEBAHAGIAAN

Pdt. Alexius Letlora, S.Th, M.Min

Ketika saya masih kecil, mama saya suka membuat makan pagi hingga malam hari, setiap hari sepanjang hidupnya, dan saya teringat suatu kejadian dimana pada suatu malam mama yang seharian telah mengurus rumah, membuat makanan untuk papa. Pada malam tersebut, mama meletakkan sepiring makanan berisi roti panggang gosong di depan ayah. Yah . . ., gosong dan nyaris hitam semua. (ayah bila malam, memang tidak makan nasi).

Seperti tidak terjadi apa- apa, ayah meraih roti yang ada di meja, tersenyum pada ibu dan menanyakan kepada saya bagaimana hari ini keadaan saya di sekolah.
  Saya tidak terlalu jelas mengingat apa yang saya katakan kepada ayah malam itu, tetapi yang saya ingat adalah saya memperhatikan ayah saya melahap dengan nikmat roti gosong berisi mentega dan telor ceplok itu.  Saat saya meninggalkan meja malam itu, saya mendengar mama meminta maaf kepada ayah karena telah memberinya roti yang gosong.  Dan saya tidak akan pernah melupakan apa yang ayah katakan kepada mama ketika itu : "Sayang . . .., nggak apa-apa . . . , nggak ada masalah . . . , enak koq."

Seperti biasa, sebelum saya pergi tidur malam saya menghampiri dan mencium pipi ayah.
  Ketika saya sudah bertemu ayah, selain melakukan kebiasaan kecil saya tersebut, saya memberikan satu pertanyaan kepada ayah.  Saya bertanya kepadanya, apakah ia benar-benar menyukai roti gosong tersebut.  Sambil mendekap saya dalam pelukkannya, ia berkata, "Mama kamu telah bekerja keras hari ini dan dia terlihat benar-benar begitu lelah. Toh, roti gosong tidak akan pernah menyakiti siapapun kan?!"

Hidup ini memang penuh hal - hal yang tidak sempurna dan tentunya juga orang-orang yang tidak sempurna. 
Saya bukanlah yang terbaik di segala bidang, saya termasuk orang yang suka lupa hari ulang tahun seseorang atau hal-hal penting lainnya yang seharusnya kita tidak boleh lupa.

Namun, apa yang telah saya pelajari selama bertahun-tahun adalah bahwa belajar untuk
menerima setiap kesalahan orang lain dan memilih untuk merayakan setiap perbedaan yang ada adalah salah satu kunci yang paling penting untuk menciptakan hubungan yang sehat, bertumbuh dan abadi. Kebahagiaan atau perasaan bahagia itu datangnya adalah dari dalam diri kita sendiri, bagaimana kita menyikapi sesuatu yang pada awalnya terlihat atau terkesan mengganggu, namun dengan kebesaran hati kita, bila kita memilih untuk menyikapinya secara positif, maka hasilnya, bukan hanya diri kita saja yang akan merasa bahagia tetapi juga orang-orang di sekitar kita juga akan turut merasa bahagia.

Dan itu doa saya untuk anda hari ini. Bahwa anda bisa belajar untuk mengambil yang baik, yang buruk, dan bagian - bagian terburuk sekalipun dari kehidupan anda dan meletakkannya di kaki Tuhan. Karena pada akhirnya, hanya Dialah yang dapat membuat suatu hubungan di mana roti gosong bukanlah suatu masalah! (bahkan sebaliknya, bisa menjadi sumber inspirasi kebahagiaan).


Kita bisa memperluas hal ini untuk hubungan apapun. dalam kenyataan hidup, memahami adalah dasar hubungan apapun, baik suami - istri, orangtua - anak atau persahabatan!


"
Jangan memasukkan kunci kebahagiaan anda di saku orang lain, simpanlah itu di saku anda sendiri". (Maka anda akan mendapatkan kebahagiaan bagi diri anda sendiri dan orang lain).


silahkan kunjungi: http://www.alexletlora.com





Arsip Catatan Dari Meja Pendeta:

Minggu, 16 Februari 2020
Catatan Dari Meja Pendeta
JANJI TUHAN ADALAH KEKUATAN YANG MENGGERAKKAN

Minggu, 15 Desember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
MANUSIA BERKESEMPATAN UNTUK HIDUP DI DALAM DAMAI SEJAHTERA

Minggu, 01 Desember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
MEMURNIKAN DAN MEMBAWA SEJAHTERA

Minggu, 24 Nopember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
TANTANGAN HIDUP MEMBUAHKAN BERKAT

Minggu,10 Nopember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
HIDUP DALAM PERBEDAAN GENERASI

Minggu, 27 Oktober 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
ALLAH PEDULI DAN PENUH BELAS KASIHAN

Minggu, 13 Oktober 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
HUT KE-9 PELKAT PERSEKUTUAN KAUM LANJUT USIA GPIB

Minggu, 11 Agustus 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
PERSEPULUHAN

Minggu, 04 Agustus 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
PERSEPULUHAN

Minggu, 21 Juli 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
Pesan Majelis Sinode GPIB Dalam Rangka HUT ke 38 Pelkat PKB GPIB

Arsip Catatan Dari Meja Pendeta..




Last Searches:

Kategori Utama: Artikel dari Majelis Sinode GPIB (226), Artikel Rohani (23), Berita Gereja dan Dunia (1331), Berita Gereja dan Dunia 2012 (47), Berita Gereja dan Dunia 2013 (412), Berita Gereja dan Dunia 2014 (209), Berita Gereja dan Dunia 2015 (93), Berita GPIB Immanuel Bekasi (28), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2011 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2012 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2014 (60), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2015 (63), Bidang Teologi (13), Catatan Dari Meja Pendeta (196), Informasi Kantor Sekretariat (5), Jemaat Sakit Mohon Dukungan DOA (43), Kalender Kegiatan Harian (13), Kegiatan Hari Ini (851), Logo Kain Mimbar (9), Materi Katekisasi (48), Materi Khotbah (10), Materi Pembinaan Jemaat Download (2), Pelayan Firman di Gereja (159), Pelengkap Kidung Jemaat (119), Pembinaan Warga Gereja (16), Peraturan Gereja (10), Perpustakaan Rohani (290), Perpustakaan Rohani 2 (78), Renungan SBU Malam (331), Renungan SBU Malam 2013 (369), Renungan SBU Malam 2014 (368), Renungan SBU Malam 2015 (211), Renungan SBU Pagi (331), Renungan SBU Pagi 2013 (366), Renungan SBU Pagi 2014 (368), Renungan SBU Pagi 2015 (211), SMS dari Pendeta (125), Tentang GPIB Immanuel Bekasi (19), Warta Jemaat (2)