View : 825 kali


Catatan Dari Meja Pendeta
Minggu, 15 Mei 2011

BELAJAR DARI JEMAAT EFESUS

Pdt. Alexius Letlora, S.Th, M.Min

Saudaraku, jemaat Efesus adalah jemaat yang luar biasa pelayanannya. Kita perhatikan ayat dibawah:
Wahyu 2:1-4 "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu. Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
"

Dari ayat diatas dapat kita lihat bahwa jemaat Efesus adalah :


  • Jemaat yang rela berjerih lelah, artinya mereka melayani dengan kerja keras.
  • Jemaat yang tekun.
  • Jemaat yang membenci kejahatan.
  • Jemaat yang mempunyai pengetahuan firman Tuhan yang baik sehingga mereka bisa membedakan mana ajaran yang sesat dan tidak.
  • Jemaat yang sabar.
  • Jemaat yang rela menderita aniaya demi nama Yesus.
  • Jemaat melayani dengan tidak mengenal lelah.

Itu semua adalah gambaran dari betapa luar biasanya pelayanan mereka. Kalau boleh saya katakan mereka adalah jemaat yang hampir sempurna yang mungkin sangat jarang ditemui pada gereja sekarang ini. Namun satu hal, pelayanan mereka tidak mendapat acungan jempol Tuhan. Malah Tuhan mencela mereka dengan berkata : "Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula."


Kehilangan kasih yang semula sama artinya dengan kehilangan kasih yang tulus dan murni. Dan kisah ini menunjukkan betapa luar biasa pun pelayanan kita kalau kita melayani tidak dengan kasih yang murni maka pelayanan itu tidak akan menyenangkan hati Tuhan. Karena Tuhan tidak merasa kita layani. Lalu kalau demikian pelayanan mereka didasarkan atas apa?. Jawabnya adalah pelayanan mereka didasarkan oleh rutinitas atau demi diri sendiri. Contohnya banyak kita temukan di sekitar kita yang mau melayani supaya pekerjaannya, usahanya di berkati. Ada yang supaya keluarganya diberkati. Ada yang karena kalau tidak melayani hatinya tidak puas sepertinya ada yang kurang lengkap. Bukankah itu semuanya berfokus kepada diri sendiri?.
  Melayani bukanlah tindakan untuk mengangkat diri sendiri tetapi kesediaan untuk dilupakan. Ketika kita ingin orang mengingat pelayanan kita maka kita terjebak dalam pelayanan untuk "aku" dan bukan untuk "Tuhan". Pelayanan bukanlah untuk memegahkan diri, ini bukan melayani Tuhan tetapi setan.

Saudaraku, Tuhan menginginkan kita melayani Dia dengan kasih, tidak cukup dengan tenaga. Pelayanan dengan kasih yang murni tidak akan membuat kita bersungut-sungut seperti Marta. Secapek apapun pelayanan kita jika di dasari oleh kasih yang murni kepada Tuhan maka kita akan senantiasa mendapat kekuatan yang baru.


silahkan kunjungi: http://www.alexletlora.com





Arsip Catatan Dari Meja Pendeta:

Minggu, 16 Februari 2020
Catatan Dari Meja Pendeta
JANJI TUHAN ADALAH KEKUATAN YANG MENGGERAKKAN

Minggu, 15 Desember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
MANUSIA BERKESEMPATAN UNTUK HIDUP DI DALAM DAMAI SEJAHTERA

Minggu, 01 Desember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
MEMURNIKAN DAN MEMBAWA SEJAHTERA

Minggu, 24 Nopember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
TANTANGAN HIDUP MEMBUAHKAN BERKAT

Minggu,10 Nopember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
HIDUP DALAM PERBEDAAN GENERASI

Minggu, 27 Oktober 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
ALLAH PEDULI DAN PENUH BELAS KASIHAN

Minggu, 13 Oktober 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
HUT KE-9 PELKAT PERSEKUTUAN KAUM LANJUT USIA GPIB

Minggu, 11 Agustus 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
PERSEPULUHAN

Minggu, 04 Agustus 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
PERSEPULUHAN

Minggu, 21 Juli 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
Pesan Majelis Sinode GPIB Dalam Rangka HUT ke 38 Pelkat PKB GPIB

Arsip Catatan Dari Meja Pendeta..




Last Searches:

Kategori Utama: Artikel dari Majelis Sinode GPIB (226), Artikel Rohani (23), Berita Gereja dan Dunia (1331), Berita Gereja dan Dunia 2012 (47), Berita Gereja dan Dunia 2013 (412), Berita Gereja dan Dunia 2014 (209), Berita Gereja dan Dunia 2015 (93), Berita GPIB Immanuel Bekasi (28), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2011 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2012 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2014 (60), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2015 (63), Bidang Teologi (13), Catatan Dari Meja Pendeta (196), Informasi Kantor Sekretariat (5), Jemaat Sakit Mohon Dukungan DOA (43), Kalender Kegiatan Harian (13), Kegiatan Hari Ini (851), Logo Kain Mimbar (9), Materi Katekisasi (48), Materi Khotbah (10), Materi Pembinaan Jemaat Download (2), Pelayan Firman di Gereja (159), Pelengkap Kidung Jemaat (119), Pembinaan Warga Gereja (16), Peraturan Gereja (10), Perpustakaan Rohani (290), Perpustakaan Rohani 2 (78), Renungan SBU Malam (331), Renungan SBU Malam 2013 (369), Renungan SBU Malam 2014 (368), Renungan SBU Malam 2015 (211), Renungan SBU Pagi (331), Renungan SBU Pagi 2013 (366), Renungan SBU Pagi 2014 (368), Renungan SBU Pagi 2015 (211), SMS dari Pendeta (125), Tentang GPIB Immanuel Bekasi (19), Warta Jemaat (2)