View : 509 kali


Catatan Dari Meja Pendeta
Minggu, 16 Desember 2012

NATAL ADALAH PITA PUTIH DI POHON APEL

Pdt. Alexius Letlora, S.Th, M.Min

Pemuda itu duduk seorang diri di dalam bus sambil terus memandang ke luar jendela. Usianya dua puluhan, tampan, dan berwajah lembut. Kemejanya yang berwarna biru tua selaras dengan warna matanya. Rambutnya pendek tertata rapi. Terkadang ia memalingkan wajah dari jendela. Kecemasan yang membayang di wajahnya menyentuh hati wanita setengah baya di seberang tempat duduknya. Bus baru saja mendekati pinggiran sebuah kota kecil. Wanita itu bergegas mendekati pemuda itu dan minta izin untuk duduk di sampingnya.

Setelah berbasa-basi sejenak, tiba-tiba pemuda itu berkata, "Saya dipenjara selama dua tahun. Saya baru dibebaskan tadi pagi dan kini saya akan pulang." Ia mencurahkan isi hatinya bahwa ia dibesarkan dalam keluarga yang miskin namun menjunjung tinggi harga diri. Tetapi kejahatan yang dilakukannya telah mempermalukan dan menghancurkan hati keluarganya. Selama dua tahun ia tidak mendengar berita apa pun dari keluarganya. Ia tahu keluarganya sangat miskin sehingga tidak mampu membiayai ongkos perjalanan untuk mengunjunginya di penjara, dan ia juga tahu bahwa orangtuanya tidak terpelajar sehingga tidak dapat menulis surat. Ia berhenti menulis surat kepada mereka karena tak pernah mendapatkan balasan.

Tiga minggu sebelum dibebaskan, dengan putus asa ia kembali menulis surat kepada keluarganya. Dalam surat itu ia menyatakan penyesalannya karena telah mengecewakan mereka, dan meminta pengampunan mereka. Selanjutnya ia menceritakan bahwa kini ia telah dibebaskan dan akan pulang ke kota kelahirannya. Bus itu lewat tepat di pekarangan depan rumah tempat ia dibesarkan dan tempat orangtuanya tinggal. Dalam suratnya ia juga mengatakan bahwa ia akan maklum bila orangtuanya tidak mau memaafkannya.

Untuk mempermudah mereka, ia meminta orangtuanya untuk memberi tanda yang dapat dilihatnya dari bus. Jika mereka telah mengampuninya dan ingin ia pulang, mereka harus mengikatkan sebuah pita putih pada pohon apel tua yang terletak di pekarangan depan rumah. Jika ia tidak melihat tanda itu di sana, maka ia akan tetap tinggal di bus, meninggalkan kota kelahirannya dan kehidupan mereka untuk selamanya. Ketika bus itu mendekati jalanan di depan rumahnya, pemuda itu semakin cemas. Ia takut memandang ke luar jendela karena merasa yakin tak akan melihat pita putih. Setelah mendengar kisah pemuda itu, wanita setengah baya itu bertanya, "Apakah akan menolong bila kita bertukar tempat duduk dan saya akan duduk dekat jendela untuk melihat apakah ada pita untukmu?"


Setelah bus bergerak melewati beberapa blok, wanita itu melihat pohon apel yang diceritakan. Dengan lembut ia menyentuh bahu pemuda itu, dan sambil menahan jatuhnya airmata ia berkata, "Lihat! Lihat! Seluruh pohon itu penuh dengan pita berwarna putih."

-Alice Gray


ITULAH YANG TERJADI DENGAN KITA SEMUA, TUHAN BEGITU MENGASIHI KITA SEMUA SEHINGGA MELALUI BANYAK KISAH KITA DILENGKAPI TUHAN MEMASUKI NATAL.






Arsip Catatan Dari Meja Pendeta:

Minggu, 16 Februari 2020
Catatan Dari Meja Pendeta
JANJI TUHAN ADALAH KEKUATAN YANG MENGGERAKKAN

Minggu, 15 Desember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
MANUSIA BERKESEMPATAN UNTUK HIDUP DI DALAM DAMAI SEJAHTERA

Minggu, 01 Desember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
MEMURNIKAN DAN MEMBAWA SEJAHTERA

Minggu, 24 Nopember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
TANTANGAN HIDUP MEMBUAHKAN BERKAT

Minggu,10 Nopember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
HIDUP DALAM PERBEDAAN GENERASI

Minggu, 27 Oktober 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
ALLAH PEDULI DAN PENUH BELAS KASIHAN

Minggu, 13 Oktober 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
HUT KE-9 PELKAT PERSEKUTUAN KAUM LANJUT USIA GPIB

Minggu, 11 Agustus 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
PERSEPULUHAN

Minggu, 04 Agustus 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
PERSEPULUHAN

Minggu, 21 Juli 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
Pesan Majelis Sinode GPIB Dalam Rangka HUT ke 38 Pelkat PKB GPIB

Arsip Catatan Dari Meja Pendeta..




Last Searches:

Kategori Utama: Artikel dari Majelis Sinode GPIB (226), Artikel Rohani (23), Berita Gereja dan Dunia (1331), Berita Gereja dan Dunia 2012 (47), Berita Gereja dan Dunia 2013 (412), Berita Gereja dan Dunia 2014 (209), Berita Gereja dan Dunia 2015 (93), Berita GPIB Immanuel Bekasi (28), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2011 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2012 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2014 (60), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2015 (63), Bidang Teologi (13), Catatan Dari Meja Pendeta (196), Informasi Kantor Sekretariat (5), Jemaat Sakit Mohon Dukungan DOA (43), Kalender Kegiatan Harian (13), Kegiatan Hari Ini (851), Logo Kain Mimbar (9), Materi Katekisasi (48), Materi Khotbah (10), Materi Pembinaan Jemaat Download (2), Pelayan Firman di Gereja (159), Pelengkap Kidung Jemaat (119), Pembinaan Warga Gereja (16), Peraturan Gereja (10), Perpustakaan Rohani (290), Perpustakaan Rohani 2 (78), Renungan SBU Malam (331), Renungan SBU Malam 2013 (369), Renungan SBU Malam 2014 (368), Renungan SBU Malam 2015 (211), Renungan SBU Pagi (331), Renungan SBU Pagi 2013 (366), Renungan SBU Pagi 2014 (368), Renungan SBU Pagi 2015 (211), SMS dari Pendeta (125), Tentang GPIB Immanuel Bekasi (19), Warta Jemaat (2)