View : 1614 kali


Berita Gereja dan Dunia 2012
Minggu, 23 Desember 2012

Mengenal Lebih Dekat Gereja Portugis di Jakarta

Mengenal Lebih Dekat Gereja Portugis di Jakarta Gereja Sion, dikenal juga dengan nama Portugeesche Buitenkerk atau Gereja Portugis, berada di sudut Jalan Pangeran Jayakarta dan Mangga Dua Raya. Bangunan gereja ini memiliki kemegahan arsitektur serta daya tahan yang kokoh.

Gereja Portugis selesai dibangun pada 1695. Peresmian gedung gereja dilakukan pada Minggu, 23 Oktober 1695 dengan pemberkatan oleh Pendeta Theodorus Zas. Pembangunan fisik memakan waktu sekitar dua tahun. Sedangkan peletakan batu pertama dilakukan Pieter van Hoorn pada 19 Oktober 1693.

Cerita lengkap pemberkatan gereja ini tertulis dalam bahasa Belanda pada sebuah papan peringatan. Sampai sekarang, masih bisa dilihat di dinding gereja. Gereja ini merupakan gedung tertua di Jakarta yang masih dipakai untuk tujuan semula seperti saat awal didirikan.

Rumah ibadah ini masih memiliki sebagian besar perabot yang sama juga. Gereja Portugis pernah dipugar dua kali pada 1920 dan 1978. Kini, bangunan gereja dilindungi pemerintah lewat SK Gubernur DKI Jakarta CB/11/1/12/1972.

Sejarah

Nama asli gereja ini adalah Portugese Buitenkerk, yang artinya Gereja Portugis di luar (tembok kota). Bangunan gereja tua ini juga memiliki nama Belkita, semasa Hindia Belanda menguasai Batavia. Karena pada masa pendududukan Belanda setelah mengambil alih pendudukan Portugis, pemerintahan Belanda masa itu membangun tembok batas pertahanan kota pemerintahannya. Portugeesche Buitenkerk yang berada di luar tembok pemerintahan Belanda. Karena sampai pada awal abad ke-19 pun masih ada gereja Portugis lain yang ada di dalam kota.

Di sisi lain, Gereja yang kini bernama Sion dibangun sebagai pengganti sebuah pondok terbuka yang sangat sederhana. Pondok ini sudah tak memadai bagi warga Portugis Mardijkers berstatus tawanan yang berasal dari Malaya dan India untuk beribadah. Sebagai tawanan, mereka dibawa ke Batavia oleh VOC bersamaan dengan jatuhnya wilayah kekuasaan Portugis di India, Malaya, Sri Lanka, dan Maluku.

Pada masa pendudukan Jepang, bala tentara Dai Nippon ingin menjadikan gereja ini tempat abu tentara yang gugur. Setelah Indonesia merdeka, Portugeesche Buitenkerk berganti nama menjadi Gereja Portugis. Sebagai peralihan kekuasaan pemerintahan, Pemerintahan Belanda memberikan kepercayaan pengelolaan asset peninggalannya kepada Gereja-gereja Protestan di Indonesia (GPI).

Wilayah pelayanan GPI pada bagian barat Indonesia diemban oleh Gereja Protestan Indonesia di bagian Barat (GPIB). Maka, pada persidangan Sinode GPIB tahun 1957 Gereja Portugis, diputuskan untuk bernama GPIB Jemaat Sion. Dan masyarakat kini mengenal bangunan itu dengan Gereja Sion. Sion berasal dari nama sebuah bukit di daerah Palestina berbahasa Ibrani dan merupakan lambang keselamatan pada bangsa Israel kuno. Pada 1984, halaman gereja menyempit karena harus mengalah pada kepentingan pelebaran jalan.

Bangunan

Gereja ini dibangun dengan pondasi 10.000 batang kayu dolken atau balok bundar. Konstruksi ini berdasarkan rancangan Mr E. Ewout Verhagen dari Rotterdam. Seluruh tembok bangunan terbuat dari batu bata yang direkatkan dengan campuran pasir dan gula tahan panas.

Bangunan berbentuk persegi empat ini punya luas total 24 x 32 meter persegi. Pada bagian belakang, dibangun bangunan tambahan berukuran 6 x 18 meter persegi. Gereja mampu menampung 1.000 jemaat. Sedang luas tanah seluruhnya 6.725 meter persegi.

Gereja Portugis termasuk gereja bangsal (hall church). Gereja ini membentuk satu ruang panjang dengan tiga bagian langit-langit kayu yang sama tingginya dan melengkung seperti setengah tong. Langit-langit itu disangga enam tiang.

Di bagian dalam, beberapa kursi berukiran dan bangku dari kayu hitam atau eboni masih juga dipakai. Dilengkapi meja kayu, kursi-kursi itu dipakai untuk kepentingan rapat gereja. Tak ketinggalan acara sidang pencatatan sipil bagi anggota jemaat yang akan menikah secara gerejawi.

Ada mimbar unik bergaya Barok. Salah satu perabot asli gereja ini merupakan persembahan indah dari H. Bruijn. Letaknya ada di bagian belakang bersama bangunan tambahan. Mimbar ini bertudung sebuah kanopi, yang ditopang dua tiang bergulir dengan gaya rias Ionic serta empat tonggak perunggu.

Selain itu, ada organ seruling (orgel) gereja yang sampai sekarang masih terawat baik. Organ ini diletakkan di balkon yang disangga empat tiang langsing. Organ ini merupakan pemberian putri seorang pendeta bernama John Maurits Moor ini terakhir kali dipakai pada 8 Oktober 2000.


Label:  Berita tentang Gereja ,  Berita Gereja dan Dunia 2012


Arsip Berita Gereja dan Dunia 2012:

Senin, 31 Desember 2012
Berita Gereja dan Dunia 2012
Terbitkan UU Kontrasepsi, Presiden Filipina Diprotes Gereja

Sabtu, 29 Desember 2012
Berita Gereja dan Dunia 2012
Jemaat HKBP Filadelfia Mengadu ke Komnas HAM

Jumat, 28 Desember 2012
Berita Gereja dan Dunia 2012
Ternyata, pergi ke gereja baik untuk kesehatan

Jumat, 28 Desember 2012
Berita Gereja dan Dunia 2012
Kasus HKBP Filadelfia Usik Warga Papua

Jumat, 28 Desember 2012
Berita Gereja dan Dunia 2012
Suku yang Hilang Kembali ke Israel

Jumat, 28 Desember 2012
Berita Gereja dan Dunia 2012
Tempat Ritual Berusia 2.750 Tahun Ditemukan di Yerusalem

Selasa, 25 Desember 2012
Berita Gereja dan Dunia 2012
Jemaat Gereja HKBP Bekasi Diserang Massa Saat Akan Gelar Misa Natal

Selasa, 25 Desember 2012
Berita Gereja dan Dunia 2012
Dilempari Telor Busuk, Misa Natal Gereja Fildelfia Dibatalkan

24 Desember 2012
Berita Gereja dan Dunia 2012
Kebaktian di GPIB Immanuel Gunakan 2 Bahasa

Minggu, 23 Desember 2012
Berita Gereja dan Dunia 2012
Wewangian Alami Khas Natal

Arsip Berita Gereja dan Dunia 2012..




Last Searches:

Kategori Utama: Artikel dari Majelis Sinode GPIB (226), Artikel Rohani (23), Berita Gereja dan Dunia (1331), Berita Gereja dan Dunia 2012 (47), Berita Gereja dan Dunia 2013 (412), Berita Gereja dan Dunia 2014 (209), Berita Gereja dan Dunia 2015 (93), Berita GPIB Immanuel Bekasi (28), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2011 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2012 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2014 (60), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2015 (63), Bidang Teologi (13), Catatan Dari Meja Pendeta (196), Informasi Kantor Sekretariat (5), Jemaat Sakit Mohon Dukungan DOA (43), Kalender Kegiatan Harian (13), Kegiatan Hari Ini (851), Logo Kain Mimbar (9), Materi Katekisasi (48), Materi Khotbah (10), Materi Pembinaan Jemaat Download (2), Pelayan Firman di Gereja (159), Pelengkap Kidung Jemaat (119), Pembinaan Warga Gereja (16), Peraturan Gereja (10), Perpustakaan Rohani (290), Perpustakaan Rohani 2 (78), Renungan SBU Malam (331), Renungan SBU Malam 2013 (369), Renungan SBU Malam 2014 (368), Renungan SBU Malam 2015 (211), Renungan SBU Pagi (331), Renungan SBU Pagi 2013 (366), Renungan SBU Pagi 2014 (368), Renungan SBU Pagi 2015 (211), SMS dari Pendeta (125), Tentang GPIB Immanuel Bekasi (19), Warta Jemaat (2)
Minggu, 10 Maret 2019

WARTA JEMAAT 10 Maret 2019



Selamat Ulang Tahun
Hari ini tanggal: 20.07.2019

NamaSektor
... bulan ini selengkapnya
Selamat Ultah Perkawinan
Hari ini tanggal: 20.07.2019

Suami-IsteriSektor
... bulan ini selengkapnya