View : 665 kali


Catatan Dari Meja Pendeta
Minggu, 20 Januari 2013

7 PRINSIP RAJAWALI

Pdt. Alexius Letlora, S.Th, M.Min

1. Terbang bersama kelompoknya. Rajawali terbang tinggi dengan rajawali lainnya, bukan dengan burung pipit atau jenis burung kecil yang lain, karena tidak ada jenis burung lain yang bisa terbang lebih tinggi kecuali rajawali.

2. Tetap fokus pada visinya dan tidak terpengaruh dengan hambatan apapun. Rajawali mempunyai penglihatan yang kuat/tajam; bisa terfokus pada satu benda dari kejauhan hingga 5 km. Apabila terlihat mangsa di lokasi yang jauh, rajawali terus terfokus dan menuju ke lokasi tersebut sampai menangkap mangsa itu meskipun ada halangan atau hambatan apapun.

3. Tinggalkan Misi lama dan mulai Misi baru. Rajawali tidak makan apa yang mati; harus mencari mangsa yang hidup untuk makanannya. Hanya burung gagak yang makan apa yang mati. Itu bedanya burung gagak bukan rajawali.

4. Menghadapi tantangan untuk mencapai keinginan yang lebih tinggi. Rajawali suka angin topan. Apabila awan bergabung dengan angin topan rajawali bangkit gairahnya. Langsung naik keatas awan. Kemudian terbang layang mengistirahatkan sayapnya. Burung lain hanya menyembunyikan diri di atas cabang pokok dilindungi daunnya.

5. Berjuang menghadapi ujian untuk tetap berkomitmen. Waktu sepasang rajawali mau kawin, rajawali jantan sering dicoba sampai dipercayai. Rajawali betina terbang turun kebumi dan dikejar seekor rajawali jantan. Namun sampai di bumi rajawali betina mencatut ranting dikukunya dan terbang kembali naik keatas, terus dikejar oleh rajawali jantan. Sampai di atas ranting itu dilepaskan dan rajawali jantan langsung mengejar ranting tersebut serta menangkapnya sebelum jatuh ke bumi. Kemudian dikembalikan ranting itu kepada rajawali betina. Proses ini terjadi berulang kali sampai berapa jam kemudian. Apabila rajawali betina sangat puas dengan kegigihan rajawali jantan, baru terjadi perkawinan.

6. Memprioritaskan pola kehidupan keluarga dengan cukup komitmen dan tanggung jawab kepada keluarga. Pada saat rajawali betina akan bertelur, rajawali jantan menyiapkan sarang dengan mengumpulkan ranting , daun-daun dan duri. Setelah sarang selesai maka rajawali betina menetaskan telurnya di dalam sarang tsb, kemudian anak rajawali diajar untuk terbang. Berulang-ulang rajawali betina mengeluarkan anaknya dari sarang diletakkan di pinggir jurang. Tetapi anak rajawali masih merasa takut sehingga melompat kembali ke dalam sarangnya. Hingga akhirnya rajawali betina melemparkan anaknya keluar sarang. Anak rajawali belum bisa menggerakkan sayapnya dan langsung jatuh. Pada waktu bersamaan rajawali jantan menangkap anaknya di punggungnya dan membawa kembali ke sarangnya. Proses ini terjadi berulang kali sehingga anak rajawali bisa menggerakkan sayapnya dan mulai terbang.

7. Harus membuangkan kebiasaan dan sikap negatif dan terus membangun karakter. Bulu rajawali akan jadi lemah apabila usianya bertambah tua dan tidak layak terbang ke tempat jauh. Harus mencari gua di atas bukit batu dimana bulunya dicabut sampai habis. Bila sudah tumbuh bulu baru, rajawali akan keluar dari gua tersebut dan terbang tinggi di langit.


silakan kunjungi:  www.AlexLetlora.Com





Arsip Catatan Dari Meja Pendeta:

Minggu, 16 Februari 2020
Catatan Dari Meja Pendeta
JANJI TUHAN ADALAH KEKUATAN YANG MENGGERAKKAN

Minggu, 15 Desember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
MANUSIA BERKESEMPATAN UNTUK HIDUP DI DALAM DAMAI SEJAHTERA

Minggu, 01 Desember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
MEMURNIKAN DAN MEMBAWA SEJAHTERA

Minggu, 24 Nopember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
TANTANGAN HIDUP MEMBUAHKAN BERKAT

Minggu,10 Nopember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
HIDUP DALAM PERBEDAAN GENERASI

Minggu, 27 Oktober 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
ALLAH PEDULI DAN PENUH BELAS KASIHAN

Minggu, 13 Oktober 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
HUT KE-9 PELKAT PERSEKUTUAN KAUM LANJUT USIA GPIB

Minggu, 11 Agustus 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
PERSEPULUHAN

Minggu, 04 Agustus 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
PERSEPULUHAN

Minggu, 21 Juli 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
Pesan Majelis Sinode GPIB Dalam Rangka HUT ke 38 Pelkat PKB GPIB

Arsip Catatan Dari Meja Pendeta..




Last Searches:

Kategori Utama: Artikel dari Majelis Sinode GPIB (226), Artikel Rohani (23), Berita Gereja dan Dunia (1331), Berita Gereja dan Dunia 2012 (47), Berita Gereja dan Dunia 2013 (412), Berita Gereja dan Dunia 2014 (209), Berita Gereja dan Dunia 2015 (93), Berita GPIB Immanuel Bekasi (28), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2011 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2012 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2014 (60), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2015 (63), Bidang Teologi (13), Catatan Dari Meja Pendeta (196), Informasi Kantor Sekretariat (5), Jemaat Sakit Mohon Dukungan DOA (43), Kalender Kegiatan Harian (13), Kegiatan Hari Ini (851), Logo Kain Mimbar (9), Materi Katekisasi (48), Materi Khotbah (10), Materi Pembinaan Jemaat Download (2), Pelayan Firman di Gereja (159), Pelengkap Kidung Jemaat (119), Pembinaan Warga Gereja (16), Peraturan Gereja (10), Perpustakaan Rohani (290), Perpustakaan Rohani 2 (78), Renungan SBU Malam (331), Renungan SBU Malam 2013 (369), Renungan SBU Malam 2014 (368), Renungan SBU Malam 2015 (211), Renungan SBU Pagi (331), Renungan SBU Pagi 2013 (366), Renungan SBU Pagi 2014 (368), Renungan SBU Pagi 2015 (211), SMS dari Pendeta (125), Tentang GPIB Immanuel Bekasi (19), Warta Jemaat (2)