View : 669 kali


Catatan Dari Meja Pendeta
Minggu, 21 April 2013

PAHLAWAN ITU BERNAMA LACEY BUCHANAN DAN IA SEORANG IBU

Pdt. Alexius Letlora, S.Th, M.Min

Seorang ibu yang anaknya lahir tanpa mata telah membuat sebuah video, untuk memberitahukan kepada dunia, jika ia benar-benar mencintainya.

Lacey Buchanan dari Woodbury, Tennessee di Amerika Serikat tampak sedang menggendong anaknya, Christian di dadanya, saat ia menceritakan kisah inspiratif itu melalui tulisan tangan yang ditulis di atas kertas. Video berdurasi tujuh menit itu menjelaskan tentang kisah dari awal hingga saat ini yang dirasakan Lacey, baik itu kegembiraan dan keputusasaan yang dirasakannya memiliki anak yang lahir Februari 2011 silam dengan kondisi yang langka dan sumbing.

Christian adalah salah satu dari 50 penderita sumbing Tessier di dunia. Jenis kelainan tersebut membuat wajah seperti tidak menyatu satu sama lain dan sudah mulai tampak saat di dalam kandungan. Bahkan Christian pada awalnya tidak dapat menutup mulutnya dan tidak memiliki mata (buta). Lacey menjelaskan, awalnya ia dan suami, Chris merasa takut dan sedih mengetahui kondisi anaknya menderita kelainan yang langka. "Kami tidak tahu harus berbuat apa atau bagaimana membesarkan anak yang buta," tulis Lasley dalam video tersebut. Tidak hanya kebingungan, Lacey juga menceritakan jika awalnya ia mendapatkan tatapan sinis dan komentar yang tidak mengenakkan saat membawa Christian keluar rumah. Ia merasa sangat sengsara. Sebuah kertas yang dituliskannya tertulis, "Seorang gadis bahkan mengatakan bahwa aku adalah orang yang mengerikan karena tidak menggugurkan Christian."

Tapi kemudian keajaiban terjadi. Christian pun sudah mulai bisa tersenyum. Sekarang orang-orang yang menemui Christian dapat tersenyum, seperti yang dituliskan Lacey. "Saat ini orang-orang yang bertemu Christian jatuh cinta dengan Christian dengan cepat."Kemudian Lacey menambahkan, "Dia adalah cinta dalam hidupku".Lacey adalah mahasiswa hukum di sebuah universitas dan berusia 25 tahun, bertemu dengan Chris saat keduanya berusia 15 tahun. Lacey kemudian menikah di usia 21 tahun. Dalam video tersebut, Lacey menjelaskan dengan kertas yang ditulis tangan, bagaimana dia hamil pada usia 23 tahun dan betapa bersemangatnya ia dan sang suami mengetahui jika akan mendapatkan seorang anak laki-laki. Kebahagiaan tersebut kemudian berubah menjadi sebuah cobaan ketika dokter memberitahukan seminggu kemudian, ada sesuatu yang salah dengan Christian. Dokter mengungkapkan kekhawatirannya, jika Christian akan mengalami masalah perkembangan. Ia pun menyarankan Lacey untuk mengaborsi Christian. Sebagai orang Kristen yang taat, Lacey dan Chris berdoa anak mereka akan hidup dan menolak untuk melakukan aborsi. Pada tanggal 18 Februari 2011, Lacey kemudian melahirkan Christian di Rumah Sakit Anak Vanderbilt di Nashville.

Christian dilarikan keperawatan intensif dan dilakukan tindakan operasi di usianya yang baru 4 hari. Setelah empat minggu. Christian baru diperbolehkan pulang dan kerja keras untuk mengasuhnya pun dimulai. Lebih dari setahun kemudian, Christian tumbuh dan sehat. Ia sudah mampu tertawa jika ada yang menggelitiknya, meski ia tak dapat melihat. Bagi Lace, Christian adalah inspirasi. Lacey dengan bangga memperlihatkan gambar anaknya yang tersenyum dan memberitahukan, jika keluarganya kini menjadi dikenal di seluruh dunia.

"Orang-orang mulai menemukan saya di Facebook, mereka mengatakan kepada saya Christian sangat mengilhami mereka. Betapa indahnya Christian," tulis Lacey. Saat ini Lacey mengaku tidak peduli dengan anggapan orang. Ia merasa sudah berhasil keluar dari bayang-bayang ketakutan saat bertemu orang lain yang membicarakan anaknya. Di akhir rekaman, ia dengan bangga menunjukkan foto dirinya dan Christian yang telah mengubah kehidupannya. Christian berpose ceria di depan kamera dan menunjukkan betapa bangganya Lacey memiliki Christian. Video kebanggan Lacey tersebut yang diunggah di youtube, saat ini menjadi hits dan pembicaraan di seluruh dunia. Di situs jejaring sosial tersebut, ia di hujani kata-kata pujian dan dukungan dari seluruh dunia,. Dalam blognya ia menulis tidak menyangka dengan tanggapan masyarakat setelah dirinya mengunggah video tersebut.

"Saya tidak pernah membayangkan tanggapan orang akan sebesar ini. Terima kasih banyak untuk semua orang yang telah mendukung kami selama ini," tulisnya.

Kita tahu banyak pahlawan perempuan, tetapi sesungguhnya dalam diam dan hening ada seorang pahlawan yang tidak banyak bersuara tentang dirinya sendiri. Ibu adalah pahlawan yang dapat dijumpai setiap hari, ia adalah pahlawan yang hadir membawa semangat, kerja keras dan kemauan kuat memberi yang terbaik. Setiap ibu mungkin tidak terlalu pusing dengan sebutan pahlawan sebab bagi setiap ibu hal utama ialah lebih memperhatikan anak dan suami.

Bagi setiap Ibu, jadilah inspirasi bagi keluarga, hadirlah dengan kekuatan doa dan percayalah
bersama Yesus jerih lelahmu tidak sia-sia.



www.AlexLetlora.Com





Arsip Catatan Dari Meja Pendeta:

Minggu, 16 Februari 2020
Catatan Dari Meja Pendeta
JANJI TUHAN ADALAH KEKUATAN YANG MENGGERAKKAN

Minggu, 15 Desember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
MANUSIA BERKESEMPATAN UNTUK HIDUP DI DALAM DAMAI SEJAHTERA

Minggu, 01 Desember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
MEMURNIKAN DAN MEMBAWA SEJAHTERA

Minggu, 24 Nopember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
TANTANGAN HIDUP MEMBUAHKAN BERKAT

Minggu,10 Nopember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
HIDUP DALAM PERBEDAAN GENERASI

Minggu, 27 Oktober 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
ALLAH PEDULI DAN PENUH BELAS KASIHAN

Minggu, 13 Oktober 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
HUT KE-9 PELKAT PERSEKUTUAN KAUM LANJUT USIA GPIB

Minggu, 11 Agustus 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
PERSEPULUHAN

Minggu, 04 Agustus 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
PERSEPULUHAN

Minggu, 21 Juli 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
Pesan Majelis Sinode GPIB Dalam Rangka HUT ke 38 Pelkat PKB GPIB

Arsip Catatan Dari Meja Pendeta..




Last Searches:

Kategori Utama: Artikel dari Majelis Sinode GPIB (226), Artikel Rohani (23), Berita Gereja dan Dunia (1331), Berita Gereja dan Dunia 2012 (47), Berita Gereja dan Dunia 2013 (412), Berita Gereja dan Dunia 2014 (209), Berita Gereja dan Dunia 2015 (93), Berita GPIB Immanuel Bekasi (28), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2011 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2012 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2014 (60), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2015 (63), Bidang Teologi (13), Catatan Dari Meja Pendeta (196), Informasi Kantor Sekretariat (5), Jemaat Sakit Mohon Dukungan DOA (43), Kalender Kegiatan Harian (13), Kegiatan Hari Ini (851), Logo Kain Mimbar (9), Materi Katekisasi (48), Materi Khotbah (10), Materi Pembinaan Jemaat Download (2), Pelayan Firman di Gereja (159), Pelengkap Kidung Jemaat (119), Pembinaan Warga Gereja (16), Peraturan Gereja (10), Perpustakaan Rohani (290), Perpustakaan Rohani 2 (78), Renungan SBU Malam (331), Renungan SBU Malam 2013 (369), Renungan SBU Malam 2014 (368), Renungan SBU Malam 2015 (211), Renungan SBU Pagi (331), Renungan SBU Pagi 2013 (366), Renungan SBU Pagi 2014 (368), Renungan SBU Pagi 2015 (211), SMS dari Pendeta (125), Tentang GPIB Immanuel Bekasi (19), Warta Jemaat (2)