View : 422 kali


Catatan Dari Meja Pendeta
Minggu, 26 Mei 2013

MARK GRANTHAM, SELAMATKAN ANAK-ANAK DENGAN COKELAT

Selama 17 tahun terakhir Mark Grantham telah mengabdikan hidupnya mengumpulkan dana bagi lima orang anak yang dia sponsori di Afrika dan India. Sejauh ini ia telah menjual sekitar 30.000 batang coklat dan semua dilakukan di atas kursi rodanya di pinggir jalan di Newmarket, Selandia Baru. Grantham dilahirkan dengan cerebral palsy, yaitu lumpuh dari leher ke bawah. Alasan mengapa dia menjual batang coklat adalah karena kemurahan hatinya kepada orang lain.

Kisah yang luar biasa ini baru saja dipublikasikan dalam buku The Chocolate Seller of Broadway and His Kids yang ditulis oleh ayahnya, Chris Grantham. Grantham dikenal baik oleh banyak orang yang tinggal dan bekerja di Auckland suburb, Newmarket, Selandia Baru karena dia telah menjual cokelat selama hampir 17 tahun.

Grantham tidak mengumpulkan uang tersebut untuk dirinya sendiri, dia memberikannya kepada lima orang anak yang bergantung padanya untuk kelangsungan hidup mereka. Dua orang anak tinggal di Tanzania, Afrika dan tiga tinggal di Mumbai, India. Mereka semua disponsori oleh Grantham, melalui World Vision.

Meskipun dia cacat, dia telah melakukan perjalanan ke kedua tempat tersebut. "Kurasa aku seperti seorang ayah bagi mereka," katanya.

Grantham sangat sadar bahwa ia hanya mampu mengambil kesempatan ini karena dukungan yang ia terima dari keluarga, teman, dan asisten pribadinya. Kata "tidak" tidak berlaku baginya. Dia telah mendobrak semua batasan di sepanjang hidupnya. Dan keluarganya telah mendukung dia sepanjang jalan, memberinya setiap kesempatan untuk menjalani hidupnya dengan penuh.

"Aku harus sangat bersyukur kepada Bapa Surgawi yang telah memberi saya orangtua yang baik seperti itu," kata Grantham. "Aku tidak bisa melakukannya tanpa Chris atau Joce dan Rachel dan Nathan. Dan ketika saya melewati masa sulit mereka selalu ada." Grantham sudah mencapai lebih dari yang diharapkan oleh kebanyakan untuk dicapai dalam hidup ini. Dalam kecacatan fisiknya yang parah itu, segala sesuatu yang ia lakukan memerlukan tekad yang besar dan keberanian. Dia melakukan itu semuanya untuk anak-anak yang dia sponsori.

"Saya sangat senang karena apa yang saya lakukan karena Tuhan benar-benar telah meletakkannya di hati saya untuk melakukannya," kata Grantham.

Jadi setelah 17 tahun, apakah Grantham akan terus menjual cokelat untuk anak-anak yang disponsorinya?

"Benar sekali," tegas Grantham. "Sampai saya mati. Allah sedang menjangkau anak-anak itu melalui saya."

Saat ini Mark tinggal di rumahnya sendiri di Onehunga, Selandia Baru dan menjadi pengacara untuk orang-orang cacat di Selandia Baru. Dia juga berbicara di acara-acara nasional dan internasional tentang bagaimana dia menjalani kehidupannya secara mandiri. Dia ingin menginspirasi orang-orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Jika dia bisa melakukannya, sehingga mereka juga bisa melakukannya. Cacat secara fisik dapat menjadi inspirasi untuk terus bertahan dalam perjuangan sebab yang utama adalah tidak menjadi pemalas dan menghayati bahwa setiap dollar adalah hasil kerja keras.


Tuhan Yesus Memberkati



www.AlexLetlora.Com





Arsip Catatan Dari Meja Pendeta:

Minggu, 16 Februari 2020
Catatan Dari Meja Pendeta
JANJI TUHAN ADALAH KEKUATAN YANG MENGGERAKKAN

Minggu, 15 Desember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
MANUSIA BERKESEMPATAN UNTUK HIDUP DI DALAM DAMAI SEJAHTERA

Minggu, 01 Desember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
MEMURNIKAN DAN MEMBAWA SEJAHTERA

Minggu, 24 Nopember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
TANTANGAN HIDUP MEMBUAHKAN BERKAT

Minggu,10 Nopember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
HIDUP DALAM PERBEDAAN GENERASI

Minggu, 27 Oktober 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
ALLAH PEDULI DAN PENUH BELAS KASIHAN

Minggu, 13 Oktober 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
HUT KE-9 PELKAT PERSEKUTUAN KAUM LANJUT USIA GPIB

Minggu, 11 Agustus 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
PERSEPULUHAN

Minggu, 04 Agustus 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
PERSEPULUHAN

Minggu, 21 Juli 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
Pesan Majelis Sinode GPIB Dalam Rangka HUT ke 38 Pelkat PKB GPIB

Arsip Catatan Dari Meja Pendeta..




Last Searches:

Kategori Utama: Artikel dari Majelis Sinode GPIB (226), Artikel Rohani (23), Berita Gereja dan Dunia (1331), Berita Gereja dan Dunia 2012 (47), Berita Gereja dan Dunia 2013 (412), Berita Gereja dan Dunia 2014 (209), Berita Gereja dan Dunia 2015 (93), Berita GPIB Immanuel Bekasi (28), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2011 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2012 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2014 (60), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2015 (63), Bidang Teologi (13), Catatan Dari Meja Pendeta (196), Informasi Kantor Sekretariat (5), Jemaat Sakit Mohon Dukungan DOA (43), Kalender Kegiatan Harian (13), Kegiatan Hari Ini (851), Logo Kain Mimbar (9), Materi Katekisasi (48), Materi Khotbah (10), Materi Pembinaan Jemaat Download (2), Pelayan Firman di Gereja (159), Pelengkap Kidung Jemaat (119), Pembinaan Warga Gereja (16), Peraturan Gereja (10), Perpustakaan Rohani (290), Perpustakaan Rohani 2 (78), Renungan SBU Malam (331), Renungan SBU Malam 2013 (369), Renungan SBU Malam 2014 (368), Renungan SBU Malam 2015 (211), Renungan SBU Pagi (331), Renungan SBU Pagi 2013 (366), Renungan SBU Pagi 2014 (368), Renungan SBU Pagi 2015 (211), SMS dari Pendeta (125), Tentang GPIB Immanuel Bekasi (19), Warta Jemaat (2)