View : 1079 kali


Catatan Dari Meja Pendeta
Sabtu, 15 Februari 2014
Pesan Pastoral Tentang Pemilu dari Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia

Tolak Politik Uang, Pilihlah dengan Hati Nurani dan Jangan Golput!

Tolak Politik Uang, Pilihlah dengan Hati Nurani dan Jangan Golput! Saudara-saudara Umat Kristiani di Indonesia,

Tahun 2014 adalah Tahun Politik, sebab pada tahun ini akan berlangsung 2 (dua) Pemilihan Umum (Pemilu), yaitu Pemilu Legislatif untuk memilih Anggota DPR, DPD dan DPRD pada 9 April 2014 dan Pemilu Presiden pada 9 Juli 2014.

Hasil kedua Pemilu tersebut akan mengganti seluruh anggota parlemen dan mengganti Presiden dan Wakil Presiden kita. Dalam menyambut dua peristiwa penting itu, maka ruang publik kita selama tahun ini akan diisi oleh berbagai wacana dan informasi politik untuk mewarnai dan memaknai pelaksanaan Pemilu 2014 ini.

Tentu ada wacana dan informasi yang membangun dan mencerdaskan, namun ada juga yang bersifat pembodohan dan penggiringan opini. Karena itu, sebagai warga negara, kita perlu lebih hati-hati dan cermat dalam mencerna semua itu agar kita tidak terjerumus dalam pemaknaan yang keliru tentang Pemilu. Kita hendaknya tidak mudah terpengaruh oleh bujuk rayu dan pencitraan yang makin masif menghampiri kita.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Pemilu selalu menjadi peristiwa penting yang menarik bagi setiap warga negara. Pemilu juga selalu memiliki makna eksistensial bagi sebuah negara, sebab Pemilu adalah mekanisme pendelegasian kedaulatan rakyat kepada mereka yang hendak memegang kekuasaan di pemerintahan.

Pemilu juga adalah mekanisme pergantian pemegang kekuasaan secara periodik dan tertib. Dan dalam konteks Indonesia yang majemuk, Pemilu juga menjadi penting sebagai mekanisme pemindahan berbagai macam perbedaan dan pertentangan kepentingan dari masyarakat ke dalam lembaga legislatif dan eksekutif untuk dibahas dan diputuskan secara terbuka dan beradab. Dalam pengertian ini maka Pemilu merupakan kanalisasi konflik dan perbedaan yang ada dalam masyarakat.

Dengan demikian, Pemilu tidak hanya sekedar bahwa setiap warga negara akan secara langsung menyalurkan hak politiknya untuk menentukan para pimpinan negara, tapi juga menjadi momentum dimana rakyat menaruh harapan akan adanya perubahan dan perbaikan kehidupannya ke arah yang lebih baik. Bahkan Pemilu bisa menjadi alat kontrol dan kritik rakyat secara langsung bagi jalannya kekuasaan pemerintahan.

Namun demikian, kami menyadari bahwa Pemilu tahun ini berlangsung dalam suasana sosial politik yang sulit, yang membuat rakyat makin pesimis dan apatis terhadap Pemilu itu sendiri. Korupsi berlangsung di mana-mana, yang dilakukan oleh para pengurus partai politik, para pejabat dan para pemimpin bangsa, yang dipilih dalam Pemilu. Para pemimpin politik kita dengan rakus dan tanpa malu memanfaatkan posisi istimewa mereka untuk mengeruk habis harta kekayaan negara bagi kepentingan mereka sendiri dan partainya. Para anggota DPR pun lebih banyak memperjuangkan kepentingannya sendiri dan kelompoknya, ketimbang mendahulukan kepentingan rakyat banyak. Begitu pula, para pimpinan lembaga eksekutif, lebih sibuk dengan urusan pribadi dan keluarganya ketimbang mengurus rakyat.

Semua ini berlangsung di depan mata rakyat, seolah tak ada yang salah dan tanpa bisa dihentikan, minimal sebelum pejabat bersangkutan masuk bui. Akibatnya rakyat menjadi kecewa, marah dan muak dengan para politisi sehingga cenderung malas untuk berpartisipasi dalam Pemilu. Situasi ini yang membuat mengapa pembangunan demokrasi kita seakan berjalan di tempat dan sulit mendapatkan makna substansialnya. Demokrasi kita dibajak oleh perilaku korup dan rakus para elit politik.

----------------------- Bersambung -----------------------


Label:  Berita GPIB Immanuel Bekasi 


Arsip Catatan Dari Meja Pendeta:

Minggu, 16 Februari 2020
Catatan Dari Meja Pendeta
JANJI TUHAN ADALAH KEKUATAN YANG MENGGERAKKAN

Minggu, 15 Desember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
MANUSIA BERKESEMPATAN UNTUK HIDUP DI DALAM DAMAI SEJAHTERA

Minggu, 01 Desember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
MEMURNIKAN DAN MEMBAWA SEJAHTERA

Minggu, 24 Nopember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
TANTANGAN HIDUP MEMBUAHKAN BERKAT

Minggu,10 Nopember 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
HIDUP DALAM PERBEDAAN GENERASI

Minggu, 27 Oktober 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
ALLAH PEDULI DAN PENUH BELAS KASIHAN

Minggu, 13 Oktober 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
HUT KE-9 PELKAT PERSEKUTUAN KAUM LANJUT USIA GPIB

Minggu, 11 Agustus 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
PERSEPULUHAN

Minggu, 04 Agustus 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
PERSEPULUHAN

Minggu, 21 Juli 2019
Catatan Dari Meja Pendeta
Pesan Majelis Sinode GPIB Dalam Rangka HUT ke 38 Pelkat PKB GPIB

Arsip Catatan Dari Meja Pendeta..




Last Searches:

Kategori Utama: Artikel dari Majelis Sinode GPIB (226), Artikel Rohani (23), Berita Gereja dan Dunia (1331), Berita Gereja dan Dunia 2012 (47), Berita Gereja dan Dunia 2013 (412), Berita Gereja dan Dunia 2014 (209), Berita Gereja dan Dunia 2015 (93), Berita GPIB Immanuel Bekasi (28), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2011 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2012 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2014 (60), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2015 (63), Bidang Teologi (13), Catatan Dari Meja Pendeta (196), Informasi Kantor Sekretariat (5), Jemaat Sakit Mohon Dukungan DOA (43), Kalender Kegiatan Harian (13), Kegiatan Hari Ini (851), Logo Kain Mimbar (9), Materi Katekisasi (48), Materi Khotbah (10), Materi Pembinaan Jemaat Download (2), Pelayan Firman di Gereja (159), Pelengkap Kidung Jemaat (119), Pembinaan Warga Gereja (16), Peraturan Gereja (10), Perpustakaan Rohani (290), Perpustakaan Rohani 2 (78), Renungan SBU Malam (331), Renungan SBU Malam 2013 (369), Renungan SBU Malam 2014 (368), Renungan SBU Malam 2015 (211), Renungan SBU Pagi (331), Renungan SBU Pagi 2013 (366), Renungan SBU Pagi 2014 (368), Renungan SBU Pagi 2015 (211), SMS dari Pendeta (125), Tentang GPIB Immanuel Bekasi (19), Warta Jemaat (2)