View : 824 kali


Renungan SBU Pagi 2014
Jumat, 28 Maret 2014
Kejadian 9:8-17

JANJI TUHAN

Banjir merendam kota-kota di pulau Jawa, termasuk ibu kota Jakarta sepanjang Januari 2014. Di Manado banjlr bandang diikuti tanah longsor mengakibatkan korban tewas dan kerugian menembus angka 1,8 triliun. Indonesia dinllai dalam kondisi darurat bencana. Beberapa warga jemaat di Bekasi mengalami musibah banjir dan melakukan penanggulangan dengan terpadu. Begitu juga rekan gerakan pemuda GPIB di Jakarta yang membuka posko kemanusiaan di jemaat Koinonia, Penabur, Silo dll. untuk menolong pengungsi dengan menghimpun bantuan dari berbagai pihak.

Banjir air bah pada masa Nuh bukanlah rekaan manusia. Kisah yang tersurat di kitab suci ditulis untuk memperlihatkan bahwa kejahatan manusia bukan hal sepele bagi Tuhan. Tuhan lebih memilih menyelamatkan keluarga Nuh yang kecil bersama dengan beberapa hewan ketimbang membiarkan manusia jahat terus hidup menikmati dosanya. Hujan lebat selama 40 hari 40 malam tidak menyisakan kehidupan sedikitpun. Samua makhluk tewas dan baru surut setelah 150 hari lamanya (Kej.7:24). Setelah Nuh mengucap syukur dalam ibadahnya, maka Allah berjanji tidak lagi mengirim air bah menghukum dosa manusia. Allah menguatkan janji-Nya dengan menaruh busur-Nya di awan untuk mengingatkan kasih Allah bagi manusia selamanya.

Tugas kita bukan hanya cekatan dalam menolong mereka yang susah, tetapi juga memperbaiki pemahaman kita tentang alam semesta. Merusak alam dapat menjadi tindak kejahatan yang perlu diproses secara hukum. Alam perlu dilestarikan dan dilindungi sebagai pemberian Tuhan guna kebaikan manusia dan seluruh makhluk. Merawat alam dengan penuh tanggung jawab berarti kita hidup dalam janji Tuhan dan merupakan tindakan iman yang terpuji.

KJ. 70 : 3 - 5
Doa : (Ubah perilaku kami untuk tidak merusak alam dan sedia membuang sampah pada tempatnya)




Label:  Kejadian 9:8-17 


Arsip Renungan SBU Pagi 2014:

Minggu, 25 Oktober 2020
Renungan SBU Pagi 2020
IMAN YANG HIDUP

Minggu, 25 Oktober 2020
Renungan SBU Malam 2020
MENANTI

Sabtu, 24 Oktober 2020
Renungan SBU Pagi 2020
JANJI ALLAH

Sabtu, 24 Oktober 2020
Renungan SBU Malam 2020
KEPASTIAN KEPUTUSAN ALLAH

Jumat, 23 Oktober 2020
Renungan SBU Pagi 2020
MENYANGKAL KARYA KESELAMATAN KRISTUS

Jumat, 23 Oktober 2020
Renungan SBU Malam 2020
PENGHARAPAN DAN JANJI ALLAH

Kamis, 22 Oktober 2020
Renungan SBU Pagi 2020
POKOK KESELAMATAN ABADI

Kamis, 22 Oktober 2020
Renungan SBU Malam 2020
PANCAINDERA YANG TERLATIH

Kamis, 15 Oktober 2020
Renungan SBU Pagi 2020
TUHAN, BAPA MAHAKASIH

Kamis, 15 Oktober 2020
Renungan SBU Malam 2020
TUHAN MEMULIHKAN UMAT-NYA

Arsip Renungan SBU Pagi 2014..




Last Searches:

Kategori Utama: Artikel dari Majelis Sinode GPIB (226), Artikel Rohani (23), Berita Gereja dan Dunia (1331), Berita Gereja dan Dunia 2012 (47), Berita Gereja dan Dunia 2013 (412), Berita Gereja dan Dunia 2014 (209), Berita Gereja dan Dunia 2015 (93), Berita GPIB Immanuel Bekasi (28), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2011 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2012 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2014 (60), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2015 (63), Bidang Teologi (13), Catatan Dari Meja Pendeta (196), Informasi Kantor Sekretariat (5), Jemaat Sakit Mohon Dukungan DOA (43), Kalender Kegiatan Harian (13), Kegiatan Hari Ini (851), Logo Kain Mimbar (9), Materi Katekisasi (48), Materi Khotbah (10), Materi Pembinaan Jemaat Download (2), Pelayan Firman di Gereja (159), Pelengkap Kidung Jemaat (119), Pembinaan Warga Gereja (16), Peraturan Gereja (10), Perpustakaan Rohani (290), Perpustakaan Rohani 2 (78), Renungan SBU Malam (331), Renungan SBU Malam 2013 (369), Renungan SBU Malam 2014 (368), Renungan SBU Malam 2015 (211), Renungan SBU Pagi (331), Renungan SBU Pagi 2013 (366), Renungan SBU Pagi 2014 (368), Renungan SBU Pagi 2015 (211), SMS dari Pendeta (125), Tentang GPIB Immanuel Bekasi (19), Warta Jemaat (2)
Minggu, 20 September 2020

PEMAIN ORGAN


Minggu, 20 September 2020

UCAPAN TERIMA KASIH


Minggu, 20 September 2020

PEMBERKATAN PERKAWINAN









Sub Kategori Renungan SBU Pagi 2014: