View : 805 kali


Renungan SBU Pagi 2014
Jumat, 25 Juli 2014
Kejadian 46:31-34

KE MANA SAJA KEJUJURAN ITU MEMBAWA KITA

Jika memang orang Mesir itu memandang 'keji` pekerjaan menggembalakan kambing domba, bisa jadi, keluarga besar Yusuf itu tidak diterima untuk tinggal di Mesir. Haruskah mereka berbohong supaya dapat tetap tinggal di Mesir demi menyelamatkan diri dari kelaparan? Dalam hal ini, Yusuf 'mengajari` saudara-saudaranya untuk tetap berkata jujur sekalipun resikonya mereka tidak diterima di Mesir.

Belajar dari pengalaman Yusuf, kejujuran dapat membawa kita ke dalam penderitaan maupun kemuliaan. Yusuf jujur ketika ia menceritakan mimpi kepada saudara-saudaranya sekalipun kejujurannya itu membuat saudara-saudaranya menyingkirkan dia (37:5); ketika isteri Potifar menggodanya, Yusuf menolak dengan alasan yang apa adanya yaitu ia tidak mau berdosa terhadap Allah (39:8-9), sekalipun kejujuran itu pun membawa Yusuf ke dalam penjara. Masih banyak lagi contoh kejujuran yang dipaparkan Yusuf baik kejujuran yang akhirnya membuat dia dibenci maupun yang membuat dia disenangi orang. Namun yang pasti, kejujuran itu pada akhirnya membawa Yusuf menjadi mangkubumi di Mesir.

Keadaan terdesak seringkali dijadikan alasan untuk berlaku tidak jujur karena pada umumnya, orang maklum jika dalam keadaan terdesak, kepanikan akan mendorong kita melakukan apapun untuk menyelamatkan diri, termasuk dengan cara yang tidak jujur. Mari belajar dari Yusuf : berkat keselamatan, pertolongan itu sudah disediakan Allah bagi orang yang percaya kepada-Nya dan selalu mengandalkan Tuhan.

Kita tidak perlu berbohong demi mendapat berkat/keselamatan/pertolongan. Kejujuran memang dapat membawa kita ke dalam penderitaan maupun kepada kemuliaan. Yang pasti, berani jujur di hadapan manusia adalah bukti bahwa kita benar-benar mempertaruhkan nasib/hidup hanya kepada Tuhan.


Doa : Nyanyikanlah Kidung Jemaat no 365b:5 dan 6 dengan sikap doa.


Label:  Kejadian 46:31-34 


Arsip Renungan SBU Pagi 2014:

MINGGU, 31 MEI 2020
Renungan SBU Pagi 2020
DIPULIHKAN OLEH ROH KUDUS

MINGGU, 31 MEI 2020
Renungan SBU Malam 2020
SELAMAT DAN TERLEPAS

SABTU. 30 MEI 2020
Renungan SBU Pagi 2020
MENODAI PERJAMUAN TUHAN

SABTU. 30 MEI 2020
Renungan SBU Malam 2020
KECONGKAKAN IBADAH DIHUKUM TUHAN

KAMIS, 28 MEI 2020
Renungan SBU Pagi 2020
KETIDAKJUJURAN MEMBAWA KETIDAK TERATURAN

KAMIS, 28 MEI 2020
Renungan SBU Malam 2020
BERBALIKLAH KEPADA TUHAN

RABU. 27 MEI 2020
Renungan SBU Pagi 2020
MENOLAK TAURAT, MENOLAK HIDUP TERATUR

RABU, 27 MEI 2020
Renungan SBU Malam 2020
DAMPAK DARI PENOLAKAN UMUM

SE:ASA, 26 MEI 2020
Renungan SBU Pagi 2020
ALLAH HAKIM YANG ADIL

SELASA, 26 MEI 2020
Renungan SBU Malam 2020
TUHAN ADALAH TEMPAT PERLINDUNGAN UMAT

Arsip Renungan SBU Pagi 2014..




Last Searches:

Kategori Utama: Artikel dari Majelis Sinode GPIB (226), Artikel Rohani (23), Berita Gereja dan Dunia (1331), Berita Gereja dan Dunia 2012 (47), Berita Gereja dan Dunia 2013 (412), Berita Gereja dan Dunia 2014 (209), Berita Gereja dan Dunia 2015 (93), Berita GPIB Immanuel Bekasi (28), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2011 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2012 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2014 (60), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2015 (63), Bidang Teologi (13), Catatan Dari Meja Pendeta (196), Informasi Kantor Sekretariat (5), Jemaat Sakit Mohon Dukungan DOA (43), Kalender Kegiatan Harian (13), Kegiatan Hari Ini (851), Logo Kain Mimbar (9), Materi Katekisasi (48), Materi Khotbah (10), Materi Pembinaan Jemaat Download (2), Pelayan Firman di Gereja (159), Pelengkap Kidung Jemaat (119), Pembinaan Warga Gereja (16), Peraturan Gereja (10), Perpustakaan Rohani (290), Perpustakaan Rohani 2 (78), Renungan SBU Malam (331), Renungan SBU Malam 2013 (369), Renungan SBU Malam 2014 (368), Renungan SBU Malam 2015 (211), Renungan SBU Pagi (331), Renungan SBU Pagi 2013 (366), Renungan SBU Pagi 2014 (368), Renungan SBU Pagi 2015 (211), SMS dari Pendeta (125), Tentang GPIB Immanuel Bekasi (19), Warta Jemaat (2)







Sub Kategori Renungan SBU Pagi 2014: