View : 660 kali


Renungan SBU Malam 2015
KAMIS, 9 JULI 2015
Lukas 12:13-21

KAYA DIHADAPAN ALLAH

MINGGU VI SESUDAH PENTAKOSTA
KAMIS, 9 JULI 2015
RENUNGAN MALAM
KJ 402:1-Berdoa
KAYA DIHADAPAN ALLAH

Lukas 12:13-21
Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi diri sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah." (ay. 21)

Orang kaya yang bodoh
12:13Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku."
12:14Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?"
12:15Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
12:16Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
12:17Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
12:18Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
12:19Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
12:20Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
12:21Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."


Keinginan atau nafsu yang sangat kuat dan tak terkendali untuk memiliki harta secara berlebihan dan mengabaikan orang lain selalu ada pada orang yang serakah atau tamak. Tipe manusia seperti ini akan terus berpusat pada diri sendiri, perhatikan kata pengulangan pada ayat 'I8-19,"aku akan..., aku akan, aku akan dan aku akan." Apa yang salah dengan hal ini? Memiliki harta berlimpah-limpah bukankah dambaan dan usaha setiap orang?

Namun pertanyaan orang kaya tentang apakah yang harus diperbuat dengan hartanya, menjadi sangat penting. Jawabannya adalah mendirikan lumbung yang lebih besar lagi. Inilah manusia dengan pencapaiannya, berbuat lebih dan yang lebih lagi bagi dirinya.

Manusia memang dikarunia kemampuan sampai outstanding dan manusia dapat mengembangkan dirinya sampai pada pen- capaian maksimal dalam usahanya. Akal pikiran dan tenaga dapat dicurahkan untuk itu. Dan bukankah kita ada di dalam proses tersebut, kitajuga berbangga diri dan senang pada saat kita telah mencapai garis perjuangan kita.

Saudaraku tentang menggumpulkan harta dan berusaha menjadi kaya tidak ada salahnya tetapi mengumpulkan harta hanya untuk diri sendiri apakah yang mau kita harapkan dari tindakan demikian? Betapa 'bodohnya` kita bila hanya menggantungkan diri pada kekayaan. Sekarang tibalah kita pada perenungan untuk apa semua usaha keras itu, untuk apa harta kekayaan itu? Kalau hanya untuk diri sendiri betapa malangnya kita. Dalam penilaian Allah sesungguhnya kita tidak kaya. Saat ini, kita bersama dihimbau untuk menjadi kaya di hadapan Allah.

Kaya di hadapan Allah adalah menjauhkan diri dari ketamakan atau keserakahan, sikap egois dan tidak peduli. Kemudian bergerak dengan belas kasihan melayani sesama terutama yang miskin dan menderita. Orang-orang itu ada di sekitar kita.

KJ.403 : 3
Doa : (Tuhan, ajarlah kami bermurah hati dan merasa bahagia bila melihat orang lain bahagia dengan cara belajar memberi dan membantu sesama kami, oleh kemurahan-Mu maka kami hidup)


Label:  Lukas 12:13-21 


Arsip Renungan SBU Malam 2015:

MINGGU, 31 MEI 2020
Renungan SBU Pagi 2020
DIPULIHKAN OLEH ROH KUDUS

MINGGU, 31 MEI 2020
Renungan SBU Malam 2020
SELAMAT DAN TERLEPAS

SABTU. 30 MEI 2020
Renungan SBU Pagi 2020
MENODAI PERJAMUAN TUHAN

SABTU. 30 MEI 2020
Renungan SBU Malam 2020
KECONGKAKAN IBADAH DIHUKUM TUHAN

KAMIS, 28 MEI 2020
Renungan SBU Pagi 2020
KETIDAKJUJURAN MEMBAWA KETIDAK TERATURAN

KAMIS, 28 MEI 2020
Renungan SBU Malam 2020
BERBALIKLAH KEPADA TUHAN

RABU. 27 MEI 2020
Renungan SBU Pagi 2020
MENOLAK TAURAT, MENOLAK HIDUP TERATUR

RABU, 27 MEI 2020
Renungan SBU Malam 2020
DAMPAK DARI PENOLAKAN UMUM

SE:ASA, 26 MEI 2020
Renungan SBU Pagi 2020
ALLAH HAKIM YANG ADIL

SELASA, 26 MEI 2020
Renungan SBU Malam 2020
TUHAN ADALAH TEMPAT PERLINDUNGAN UMAT

Arsip Renungan SBU Malam 2015..




Last Searches:

Kategori Utama: Artikel dari Majelis Sinode GPIB (226), Artikel Rohani (23), Berita Gereja dan Dunia (1331), Berita Gereja dan Dunia 2012 (47), Berita Gereja dan Dunia 2013 (412), Berita Gereja dan Dunia 2014 (209), Berita Gereja dan Dunia 2015 (93), Berita GPIB Immanuel Bekasi (28), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2011 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2012 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2014 (60), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2015 (63), Bidang Teologi (13), Catatan Dari Meja Pendeta (196), Informasi Kantor Sekretariat (5), Jemaat Sakit Mohon Dukungan DOA (43), Kalender Kegiatan Harian (13), Kegiatan Hari Ini (851), Logo Kain Mimbar (9), Materi Katekisasi (48), Materi Khotbah (10), Materi Pembinaan Jemaat Download (2), Pelayan Firman di Gereja (159), Pelengkap Kidung Jemaat (119), Pembinaan Warga Gereja (16), Peraturan Gereja (10), Perpustakaan Rohani (290), Perpustakaan Rohani 2 (78), Renungan SBU Malam (331), Renungan SBU Malam 2013 (369), Renungan SBU Malam 2014 (368), Renungan SBU Malam 2015 (211), Renungan SBU Pagi (331), Renungan SBU Pagi 2013 (366), Renungan SBU Pagi 2014 (368), Renungan SBU Pagi 2015 (211), SMS dari Pendeta (125), Tentang GPIB Immanuel Bekasi (19), Warta Jemaat (2)







Sub Kategori Renungan SBU Malam 2015: