View : 1742 kali


Bidang Teologi
Senin, 25 Desember 2017

NATAL

NATALWarna dasar  :   putih
Lambang  :   palungan dan pelangi
Warna pelangi :    merah, kuning, hijau
Palungan  :   kuning

Natal Kata Portugis "Natal" berasal dari bahasa Latin Natalis, yakni Dies Natalis, yang berarti Hari Lahir. Masyarakat dalam Imperium Romawi dahulu menggunakan istilah ini untuk kelahiran dewa Sang Surya; dies natalis invicti yang berarti hari kelahiran matahari yang tak terkalahkan. Pengertiannya dihubungkan pula dengan penyembahan kaisar sebagai dewa seperti matahari. Dan demi kehormatannya sendiri sebagai 'tuhan` maka pada abad ke-3, kaisar menetapkan perayaan hari kelahirannya pada 25 Desember 2011.

Di kemudian hari, ketika seluruh imperium Romawi dikristenkan, makna dan tanggal tersebut diambil alih dan diisi dengan makna baru, yaitu sebagai Dies Natalis Yesus Kristus. Dalam hal ini Yesus dipahami sebagai Matahari Kebenaran. Terang dunia yang sebenarnya, Raja Alam semesta, Tuhan yang sanggup turun dari takhta-Nya. Karenanya, setiap tanggal 25 dan 26 Desember, selalu diperingati sebagai Hari Natal I dan Hari Natal II oleh GPIB.

Ada juga perhitungan tanggal kelahiran Yesus yang bertitik tolak dari Lukas 1 : 26. Jikalau Tahun Baru Yahudi (awal bulan Tisyri) jatuh pada sekitar awal Oktober, maka bulan keenam jatuh sekitar bulan Maret. Apabila malaikat Gabriel dating kepada Maria pada akhir bulan keenam itu, maka akhir Desember (menurut kalender kita) adalah 9 bulan sesudahnya. Namun, menurut kalender Yahudi, bulan keenam juga dapat dihitung dari Paska, sehingga kelahiran Yesus terjadi pada musim panas dan kandang di Betlehem sedang kosong karena domba-domba bias bermalam di alam terbuka.

Terkait dengan ketidakpastian tanggal kelahiran Yesus seperti tersebut di atas maka gereja mula-mula menyepakati suatu rentang waktu untuk kelahiran Yesus Kristus, yaitu antara 25 Desember - 6 Januari.

SUB OKTAF NATAL adalah sebulan untuk Hari Minggu di antara 25 Desember dan 1 Januari. Sering kita sebut dengan Minggu I sesudah Hari Natal yang jatuh pada suatu tanggal sebelum 'Oktaf Natal`. Sub Oktaf berarti di bawah oktaf.

OKTAF NATAL adalah Hari ke-8 sesudah 25 Desember, yaitu tepat pada tanggal 1 Januari. Tanggal penting, bukan saja karena tanggal itu menandai dimulainya Tahun Baru, tetapi menurut kesaksian Alkitab bahwa merupakan tanggal pemberian nama 'Yesus` bagi bayi Yusuf dan Maria ketia Ia disunat satu minggu sesudah Ia lahir (Luk 2 : 21).

Karena itu, kita beribadah pada malam akhir Tahun Lama dan permulaan Tahun Baru, karena kita memahami bahwa Yesus Kristus yang telah lahir sebagai Matahari Kebenaran dan Terang Dunia. Ia telah menyertai kita mengakhiri tahun yang lama akan menuntun kita memasuki tahun yang baru, sehingga kita akan berjalan dengan aman dan sejahtera sepanjang tahun. Lebih daripada itu, karena pada hari ke-8 sang bayi Natal diberi nama 'Yesus` (Tuhan Penyelamat), yang didalamnya kita diselamatkan.

Simbol Hari Natal, Sub Oktaf dan Oktaf Natal dan Minggu Natal adalah Palungan (kuning mas) tempat bayi Yesus diletakkan (bukan laba-laba) dan pelangi dengan berwarna dasar putih.


Arti :
Pelangi merupakan simbol dari kesetiaan dan cinta kasih Allah bagi seisi dunia. Setelah peristiwa air bah yang menghancurkan bumi karena dosa manusia (Kej.9) maka Tuhan Allah menghadirkan pelangi sebagi tanda perjanjianNya dengan Nuh dan keturunannya (seluruh umat manusia) serta semua makhluk hidup lainnya. Allah telah berjanji bahwa Ia tidak akan menghancurkan bumi ini lagi dengan air bah. Jadi, pelangi mengingatkan kita tentang kesungguhan Tuhan Allah untuk memenuhi dan menggenapi janji-janjiNya. Dan hal itu, telah dipenuhi dan digenapi di dalam Yesus Kristus, yang lahir sebagai seorang bayi dan terbungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.

Jadi, pelangi dan palungan hendak menjelaskan bahwa Tuhan Allah, dalam kasih-Nya yang tiada tara, mau menjelma menjadi manusia dalam Tuhan Yesus Kristus; supaya siapa yang percaya kepada-Nya, tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh 3 : 16). Pelangi dan palungan dimaksudkan juga untuk menjelaskan tentang penebusan dan pembebasan yang sekaligus telah diberikan lewat kelahiran Anak Allah, yakni Yesus Kristus. Bahwa pembebasan dan penebusan tersebut diperuntukkan tidak saja bagi orang-orang pilihan, tetapi juga kepada semua orang, dan bahkan seluruh ciptaan.

Simbol ini berganti pada tanggal 5 Januari.





Arsip Bidang Teologi:

Desember 2017
Bidang Teologi
ADVENT


Bidang Teologi
TRINITAS


Bidang Teologi
PENTAKOSTA


Bidang Teologi
MINGGU BIASA (Minggu-Minggu Sesudah Pentakosta)

Minggu, 27 Mei 2012
Bidang Teologi
Trinitas


Bidang Teologi
HARI KENAIKAN DAN MINGGU PEMULIAAN YESUS KRISTUS

Minggu, 20 Mei 2018
Bidang Teologi
PENTAKOSTA

Jumat, 26 April 2019
Bidang Teologi
JUMAT AGUNG

01 April
Bidang Teologi
PASKAH


Bidang Teologi
EPIFANI

Arsip Bidang Teologi..




Last Searches:

Kategori Utama: Artikel dari Majelis Sinode GPIB (226), Artikel Rohani (23), Berita Gereja dan Dunia (1331), Berita Gereja dan Dunia 2012 (47), Berita Gereja dan Dunia 2013 (412), Berita Gereja dan Dunia 2014 (209), Berita Gereja dan Dunia 2015 (93), Berita GPIB Immanuel Bekasi (28), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2011 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2012 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2014 (60), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2015 (63), Bidang Teologi (13), Catatan Dari Meja Pendeta (196), Informasi Kantor Sekretariat (5), Jemaat Sakit Mohon Dukungan DOA (43), Kalender Kegiatan Harian (13), Kegiatan Hari Ini (851), Logo Kain Mimbar (9), Materi Katekisasi (48), Materi Khotbah (10), Materi Pembinaan Jemaat Download (2), Pelayan Firman di Gereja (159), Pelengkap Kidung Jemaat (119), Pembinaan Warga Gereja (16), Peraturan Gereja (10), Perpustakaan Rohani (290), Perpustakaan Rohani 2 (78), Renungan SBU Malam (331), Renungan SBU Malam 2013 (369), Renungan SBU Malam 2014 (368), Renungan SBU Malam 2015 (211), Renungan SBU Pagi (331), Renungan SBU Pagi 2013 (366), Renungan SBU Pagi 2014 (368), Renungan SBU Pagi 2015 (211), SMS dari Pendeta (125), Tentang GPIB Immanuel Bekasi (19), Warta Jemaat (2)