View : 707 kali


Renungan SBU Pagi 2015
SELASA, 29 SEPTEIMBER 2015
1 Samuel 17:12-30

DAUD MENJUMPAI SAUDARANYA DI MEDAN LAGA

Konteks
Daud tiba di medan pertempuran
17:12 Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai. Isai mempunyai delapan anak laki-laki. Pada zaman Saul orang itu telah tua dan lanjut usianya. 17:13 Ketiga anak Isai yang besar-besar telah pergi berperang mengikuti Saul; nama ketiga anaknya yang pergi berperang itu ialah Eliab, anak sulung, anak yang kedua ialah Abinadab, dan anak yang ketiga adalah Syama. 17:14 Daudlah yang bungsu. Jadi ketiga anak yang besar-besar itu pergi mengikuti Saul. 17:15 Tetapi Daud selalu pulang dari pada Saul untuk menggembalakan domba ayahnya di Betlehem. 17:16 Orang Filistin itu maju mendekat pada pagi hari dan pada petang hari. Demikianlah ia tampil ke depan empat puluh hari lamanya. 17:17 Isai berkata kepada Daud, anaknya: "Ambillah untuk kakak-kakakmu bertih gandum ini seefa dan roti yang sepuluh ini; bawalah cepat-cepat ke perkemahan, kepada kakak-kakakmu. 17:18 Dan baiklah sampaikan keju yang sepuluh ini kepada kepala pasukan seribu. Tengoklah apakah kakak-kakakmu selamat dan bawalah pulang suatu tanda dari mereka. 17:19 Saul dan mereka itu dan semua orang Israel ada di Lembah Tarbantin tengah berperang melawan orang Filistin." 17:20 Lalu Daud bangun pagi-pagi, ditinggalkannyalah kambing dombanya pada seorang penjaga, lalu mengangkat muatan dan pergi, seperti yang diperintahkan Isai kepadanya. Sampailah ia ke perkemahan, ketika tentara keluar untuk mengatur barisannya dan mengangkat sorak perang. 17:21 Orang Israel dan orang Filistin itu mengatur barisannya, barisan berhadapan dengan barisan. 17:22 Lalu Daud menurunkan barang-barangnya dan meninggalkannya di tangan penjaga barang-barang tentara. Berlari-larilah Daud ke tempat barisan; sesampai di sana, bertanyalah ia kepada kakak-kakaknya apakah mereka selamat. 17:23 Sedang ia berbicara dengan mereka, tampillah maju pendekar itu. Namanya Goliat, orang Filistin dari Gat, dari barisan orang Filistin. Ia mengucapkan kata-kata yang tadi juga, dan Daud mendengarnya. 17:24 Ketika semua orang Israel melihat orang itu, larilah mereka dari padanya dengan sangat ketakutan. 17:25 Berkatalah orang-orang Israel itu: "Sudahkah kamu lihat orang yang maju itu? Sesungguhnya ia maju untuk mencemoohkan orang Israel! Orang yang mengalahkan dia akan dianugerahi raja kekayaan yang besar, raja akan memberikan anaknya yang perempuan kepadanya dan kaum keluarganya akan dibebaskannya dari pajak di Israel." 17:26 Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya: "Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?" 17:27 Rakyat itupun menjawabnya dengan perkataan tadi: "Begitulah akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan dia." 17:28 Ketika Eliab, kakaknya yang tertua, mendengar perkataan Daud kepada orang-orang itu, bangkitlah amarah Eliab kepada Daud sambil berkata: "Mengapa engkau datang? Dan pada siapakah kautinggalkan kambing domba yang dua tiga ekor itu di padang gurun? Aku kenal sifat pemberanimu dan kejahatan hatimu: engkau datang ke mari dengan maksud melihat pertempuran." 17:29 Tetapi jawab Daud: "Apa yang telah kuperbuat? Hanya bertanya saja!" 17:30 Lalu berpalinglah ia dari padanya kepada orang lain dan menanyakan yang sama. Dan rakyat memberi jawab kepadanya seperti tadi.


MINGGU XVIII SESUDAH PENTAKOSTA
SELASA, 29 SEPTEIMBER 2015
RENUNGAN PAGI
KJ.248a:1 -Berdoa
DAUD MENJUMPAI SAUDARANYA DI MEDAN LAGA

1 Samuel 17:2-30
..."AmbiIIah untuk kakak-kakakmu bertih gandum ini seela dan rotl yang sepuiuh ini; .....(ay.17)

Daud si bungsu, polos dan sederhana disuruh ayahnya, lsai membawa makanan di perkemahan pertempuran bagi ke tiga kakaknya sambil menengok keadaan mereka. Apakah mereka selamat? Berita yang harus segera disampaikan Daud kepada orangtuanya. Dengan penuh semangat dan gembira Daud menerima perintah ayahnya. Pagi-pagi pergilah Daud ke perkemahan perang menjumpai kakak-kakaknya. Dan Daud meninggalkan urusan kambing domba kepada penjaganya. Ketika bertemu dengan kakak-kakaknya Daud bertanya, apakah mereka selamat? Belum mendapat jawaban dari kakaknya.

Daud langsung mendengar tantangan perang satu lawan satu dari Goliat. Tantangan Goliat ini menakutkan bagi Saul dan Israel. Melihat situasi seperti itu, Daud bertanya kepada orang Israel di dekatnya : "Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu?" Mereka menjawabnya : "Orang yang mengalahkan dia akan dianugerahi raja..." (ayat 25). Mendengar dialog Daud ini, Eliab kakak tertuanya menegurnya dengan marah. Eliab sadar sifat Daud yang pemberani, banyak taktik serta ingin tahu banyak hal. Sebaiknya Daud urus kambing domba saja. Menanggapi teguran Eliab,

Daud menjawab bahwa dia hanya bertanya. Daud bertanya lagi kepada orang lain dengan pertanyaan sama. Jawaban mereka juga tetap sama. Dari pertanyaan Daud dan teguran kakaknya Eliab mengungkapkan keberaniannya. Daud begitu kesal terhadap kesombongan Goliat yang tak bersunat itu. Apalagi Goliat mencemooh dan melecehkan bala tentara Allah yang hidup. Daud bertanya terus bukan karena untuk mendapatkan hadiah semata, namun berkaitan dengan jatidiri umat Allah. Bagaimanakah militansi gereja dewasa ini memenangkan keberadaan umatnya dengan baik, sungguh dan benar ? Bebas dari segala ketakutan, tekanan serta paksaan. Bukan karena mencari fasilitas, ketenaran dan kesenangan duniawi. Melainkan memenangkan umatnya demi keselamatan hidup bersama Tuhan Yesus Kristus !

Selamat berkarya l

KJ.248a : 4
Doa : (Tuhan, tolonglah kami berjuang memenangkan iman sebagai umat yang setia dan taat)


Label:  1 Samuel 17:2-30 


Arsip Renungan SBU Pagi 2015:

Rabu, 10 Juni 2020
Renungan SBU Malam 2020
BERIKAN YANG AKU BUTUHKAN

Rabu, 10 Juni 2020
Renungan SBU Pagi 2020
APA YANG TUHAN MINTA?

Selasa, 9 Juni 2020
Renungan SBU Malam 2020
SOLIDARITAS DALAM MEMBANGUN BANGSA

Selasa, 9 Juni 2020
Renungan SBU Pagi 2020
RUBUHKAN TEMBOK PEMISAH

Senin, 8 Juni 2020
Renungan SBU Malam 2020
UNTUK TUJUAN BAIK

Senin, 8 Juni 2020
Renungan SBU Pagi 2020
BELAJAR DARI PENGALAMAN

Minggu, 7 Juni 2020
Renungan SBU Malam 2020
DIPERBAHARUI UNTUK BERKARYA

Minggu, 7 Juni 2020
Renungan SBU Pagi 2020
BERADA DI DALAM DIA

Sabtu, 6 Juni 2020
Renungan SBU Malam 2020
TUHAN PASTI DATANG BERJAGALAH!

Sabtu, 6 Juni 2020
Renungan SBU Pagi 2020
DIANGKAT UNTUK HIDUP BERSAMA KRISTUS

Arsip Renungan SBU Pagi 2015..




Last Searches:

Kategori Utama: Artikel dari Majelis Sinode GPIB (226), Artikel Rohani (23), Berita Gereja dan Dunia (1331), Berita Gereja dan Dunia 2012 (47), Berita Gereja dan Dunia 2013 (412), Berita Gereja dan Dunia 2014 (209), Berita Gereja dan Dunia 2015 (93), Berita GPIB Immanuel Bekasi (28), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2011 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2012 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2014 (60), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2015 (63), Bidang Teologi (13), Catatan Dari Meja Pendeta (196), Informasi Kantor Sekretariat (5), Jemaat Sakit Mohon Dukungan DOA (43), Kalender Kegiatan Harian (13), Kegiatan Hari Ini (851), Logo Kain Mimbar (9), Materi Katekisasi (48), Materi Khotbah (10), Materi Pembinaan Jemaat Download (2), Pelayan Firman di Gereja (159), Pelengkap Kidung Jemaat (119), Pembinaan Warga Gereja (16), Peraturan Gereja (10), Perpustakaan Rohani (290), Perpustakaan Rohani 2 (78), Renungan SBU Malam (331), Renungan SBU Malam 2013 (369), Renungan SBU Malam 2014 (368), Renungan SBU Malam 2015 (211), Renungan SBU Pagi (331), Renungan SBU Pagi 2013 (366), Renungan SBU Pagi 2014 (368), Renungan SBU Pagi 2015 (211), SMS dari Pendeta (125), Tentang GPIB Immanuel Bekasi (19), Warta Jemaat (2)







Sub Kategori Renungan SBU Pagi 2015: