View : 1502 kali


Renungan SBU Pagi 2015
SENIN, 19 OKTOBER 2015
Keluaran 18:13-16

MENJADI PEMIMPIN YANG MENDENGAR

Konteks
Pengangkatan hakim-hakim
18:13 Keesokan harinya duduklah Musa mengadili di antara bangsa itu; dan bangsa itu berdiri di depan Musa, dari pagi sampai petang. 18:14 Ketika mertua Musa melihat segala yang dilakukannya kepada bangsa itu, berkatalah ia: "Apakah ini yang kaulakukan kepada bangsa itu? Mengapakah engkau seorang diri saja yang duduk, sedang seluruh bangsa itu berdiri di depanmu dari pagi sampai petang?" 18:15 Kata Musa kepada mertuanya itu: "Sebab bangsa ini datang kepadaku untuk menanyakan petunjuk Allah. 18:16 Apabila ada perkara di antara mereka, maka mereka datang kepadaku dan aku mengadili antara yang seorang dan yang lain; lagipula aku memberitahukan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan Allah."


MINGGU XXI SESUDAH PENTAKOSTA
SENIN, 19 OKTOBER 2015
RENUNGAN PAGI
KJ.10:1,2 -Berdoa
MENJADI PEMIMPIN YANG MENDENGAR

Keluaran 18:13-16
...."Apakah ini yang kau Iakukan kepada bangsa itu? (ay.14a)


Bile saudara diminta untuk memilih apakah ingin menjadi seorang pemimpin formal atau pemimpin informal? Menjadi pemimpin informal bertolak dari sebuah legitimasi, apa kata hati nurani banyak orang. Sedangkan pemimpin formal bertolak dari legalitas dalam sebuah proses yang diatur melalui peraturan dalam sebuah Iembaga. Keberadaan Yitro sebagai mertua Musa ternyata mampu rnenjadi pemimpin informal. Tanpa ada proses pemberian kertas suara, namun kata dan nasihat Yitro terhadap Musa membawa suatu perubahan yang luar biasa dalam proses kepemimpinan Musa.

Yitro mempertanyakan tentang pola yang dikembangkan Musa dalam menyelesaikan persoalan bangsa Israel. Sebagai pemimpin formal mestinya Musa tidak bekerja sendiri, seolah yang Iain tidak bisa dan tidak mampu. Menjadi pemimpin adalah "Passion" bertolak dari hasrat seseorang dan hal tersebut merupakan pemberian Tuhan. Musa sadar bahwa dirinya menjadi pemimpin karena pemberian Tuhan. Dan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi bangsa Israel, melibatkan baberapa orang merupakan tindakan yang sangat arif karena bangsa Israel memiliki karakter yang sangat berbeda. Mereka dibentuk dalam budaya penindasan, sehingga mereka menjadi orang-orang yang temperamen.

Dialog Musa dan Yitro nampaknya seperti seorang pemimpin dan penasihat. Sebagai penasihat Yitro memberikan saran positif dan Musa belajar untuk mendengar serta mentaati. Belajar dari pengalaman kebersamaan Yitro dan Musa, ada dua hal penting yang perlu kita kembangkan. Pertama : Yitro menghormali kepemimpinan Musa bagl bangsa Israel. Sehingga sebagai orang yang Iebih tua Yitro merasa bertanggung jawab untuk menyatakan kebonaran bahwa Musa membutuhkan orang Iain dalam proses kepemimpinun Kedua : Musa sebagai pemimpin bersedia untuk mendengar apa yang dikatakan Yitro kepadanya.

Mengawali kerja kita hari ini mari kita belajar untuk rnondonqar hal-hal yang positif, yang membangun kehidupan, nienilmngnn persekutuan, mengembangkan sikap saling percaya di tengah kolnargn dan Iingkungan kerja. Ingatlah Tuhan menghadirkan kita dengan maksud dan rencana-Nya yang indah. Tuhan menghadirkan kita Image sesama, baik keluarga serta sahabat-sahabat kita. Belajarlah untuk menjadi pendengar setia dan jangan hanya ingin didengar. Saudaraku. Tuhan Yesus selalu mendengar apa yang menjadi harapan di dalam perjuangan dan ucapan syukur di tengah pergumulan hari ini, DIA memberkati kita.

KJ.10:5
Doa : (Tuhan tolonglah kami untuk menjadi pendengar yang baik bagi sesama dan bukan hanya di dengar)


Label:  Keluaran 18:13-16 


Arsip Renungan SBU Pagi 2015:

MINGGU, 28 JULI 2019
Renungan SBU Pagi 2019
PELAYAN ALLAH

MINGGU, 28 JULI 2019
Renungan SBU Malam 2019
MENJADI PASANGAN SEIMBANG

JUMAT, 26 JULI 2019
Renungan SBU Pagi 2019
KORINTUS, KOTA TERMASHUR KEBURUKANNYA

JUMAT, 26 JULI 2019
Renungan SBU Malam 2019
KRIMINALISASI ADA SEJAK SEMULA

KAMIS, 25 JULI 2019
Renungan SBU Malam 2019
TIDAK MEMBEBANI BANGSA-BANGSA DENGAN HUKUM YAHUDI

KAMIS, 25 JULI 2019
Renungan SBU Pagi 2019
MENETAPKAN PEMIMPIN DALAM JEMAAT

Rabu, 24 Juli 2019
Renungan SBU Malam 2019
PERBANDINGAN AGAMA

Rabu, 24 Juli 2019
Renungan SBU Pagi 2019
GERAKAN PENYIKSAAN DAN EKSEKUSI MATI

SELASA, 23 JULI 2019
Renungan SBU Pagi 2019
LOMPATAN PERADABAN

SELASA, 23 JULI 2019
Renungan SBU Malam 2019
PENTINGNYA PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN BAGI GENERASI MUDA

Arsip Renungan SBU Pagi 2015..




Last Searches:

Kategori Utama: Artikel dari Majelis Sinode GPIB (226), Artikel Rohani (23), Berita Gereja dan Dunia (1331), Berita Gereja dan Dunia 2012 (47), Berita Gereja dan Dunia 2013 (412), Berita Gereja dan Dunia 2014 (209), Berita Gereja dan Dunia 2015 (93), Berita GPIB Immanuel Bekasi (28), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2011 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2012 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2014 (60), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2015 (63), Bidang Teologi (13), Catatan Dari Meja Pendeta (196), Informasi Kantor Sekretariat (5), Jemaat Sakit Mohon Dukungan DOA (43), Kalender Kegiatan Harian (13), Kegiatan Hari Ini (851), Logo Kain Mimbar (9), Materi Katekisasi (48), Materi Khotbah (10), Materi Pembinaan Jemaat Download (2), Pelayan Firman di Gereja (159), Pelengkap Kidung Jemaat (119), Pembinaan Warga Gereja (16), Peraturan Gereja (10), Perpustakaan Rohani (290), Perpustakaan Rohani 2 (78), Renungan SBU Malam (331), Renungan SBU Malam 2013 (369), Renungan SBU Malam 2014 (368), Renungan SBU Malam 2015 (211), Renungan SBU Pagi (331), Renungan SBU Pagi 2013 (366), Renungan SBU Pagi 2014 (368), Renungan SBU Pagi 2015 (211), SMS dari Pendeta (125), Tentang GPIB Immanuel Bekasi (19), Warta Jemaat (2)
Minggu, 10 Maret 2019

WARTA JEMAAT 10 Maret 2019



Selamat Ulang Tahun
Hari ini tanggal: 24.07.2019

NamaSektor
... bulan ini selengkapnya
Selamat Ultah Perkawinan
Hari ini tanggal: 24.07.2019

Suami-IsteriSektor
... bulan ini selengkapnya





Sub Kategori Renungan SBU Pagi 2015: