View : 894 kali


Renungan SBU Pagi 2015
JUMAT, 27 NOVEMBER 2015
Yehezkiel 29:1-9

JANGAN CARI KESEMPATAN

Konteks
Nubuatan melawan Mesir dan Firaun
29:1 Pada tahun kesepuluh, dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal dua belas bulan itu, datanglah firman TUHAN kepadaku: 29:2 "Hai anak manusia, tujukanlah mukamu kepada Firaun, raja Mesir dan bernubuatlah melawan dia dan melawan seluruh Mesir. 29:3 Berbicaralah dan katakan: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku menjadi lawanmu, hai Firaun, raja Mesir, buaya yang besar, yang berbaring di tengah anak-anak sungaimu, yaitu Nil, dan yang berkata: Sungai Nil aku punya, aku yang membuatnya. 29:4 Aku akan mengenakan kelikir pada rahangmu dan membuat ikan dari anak-anak sungaimu berlekatan pada sisikmu. Aku akan mengangkat engkau dari tengah anak-anak sungaimu dengan segala ikannya yang berlekatan pada sisikmu 29:5 dan Aku akan melemparkan engkau ke padang gurun, ya, engkau dengan segala ikan anak-anak sungaimu. Engkau akan jatuh di padang dan tidak akan dipungut atau dikubur. Aku memberikan engkau menjadi makanan binatang-binatang liar dan burung-burung di udara. 29:6 Dan semua penduduk Mesir akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN. Oleh karena engkau ibarat tongkat bambu bagi kaum Israel: 29:7 pada saat mereka memegang engkau dengan tangan, engkau patah terkulai dan engkau melukai bahu mereka semua; dan waktu mereka bertopang padamu, engkau patah dan engkau membuat mereka semua terhuyung-huyung. 29:8 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku mendatangkan pedang atasmu dan melenyapkan manusia dan binatang dari padamu, 29:9 sehingga tanah Mesir akan menjadi sunyi sepi dan menjadi reruntuhan. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN. Oleh karena engkau berkata: Sungai Nil aku punya, aku yang membuatnya,


MINGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
JUMAT, 27 NOVEMBER 2015
RENUNGAN PAGI
KJ.39:1,3 -Berdoa
JANGAN CARI KESEMPATAN

Yehezkiel 29:1-9
...sasungguhnya, Aku mendatangkan pedang atasmu dan melenyapkan manusia dan binatang dari padamu (ay.8).

Pengalaman merupakan pelajaran yang terbaik bagi hidup seseorang. Dan menjadi cermin bagi tindakan dan karya selanjutnya untuk meningkatkan keberhasilan dan tidak mengulangi kegagalannya. Namun, kedudukan membuat seseorang menjadi egois dan buta untuk melihat kegagalan sebagai akibat kesalahannya, sehingga ia terjebak pada kesalahan yang sama dan menghadapi kegagalan.

Dalam pembacaan Alkitab pagi ini, Yehezkiel 29:1-9a, mengenai nabi Yehezkiel yang diutus Allah menghadap Firaun, raja Mesir, untuk menyampaikan firman yang melawan Firaun dan seluruh bangsa Mesir. Mengapa? Karena Mesir menjadi sekutu Israel ketika Israel memberontak sebagai taklukan kerajaan Asyur. Padahal di balik persekutuan itu, Firaun disebut oleh firman Allah sebagai buaya darat (ayat 3). Buaya darat adalah gambaran firman Tuhan mengenai Firaun yang rakus. Karena Firaun menjadi sekutu bangsa-bangsa, termasuk Israel, yang meminta pertolongan kepadanya, tetapi di balik sekutu itu Firaun memeras bangsa-bangsa dengan upeti yang memberatkan. Gambaran lainnya, Firaun seperti bam bu yang terkulai, dijadikan penopang lalu patah dan melukai pemegangnya (ayat 6-7). Maka Allah akan membuang Firaun ke gurun dan mati dimakan binatang buas dan burung, supaya bangsa Mesir tahu bahwa Firaun bukan Allah, tetapi Yahweh adalah Allah semesta alam yang mahakuasa.

Hidup bermasyarakat adalah saling memerlukan dan tolong menolong satu sama lain. Yang kuat harus membantu yang lemah, tidak boleh yang kuat memanfaat tolong menolong itu sebagai kesempatan untuk mencari keuntungan dan mem perkaya diri. Kehadiran umat Kristus (gereja) di tengah masyarakat yang memerlukan pertolongan itu adalah untuk menjadi berkat. Supaya masyarakat mengalami damai sejahtera, sukacita dan ibadah yang tulus kepada Allah. Karena hanya Allah-lah harapan bagi keselamatan yang abadi.

KJ. 39 : 4,5
Doa : (Kiranya Tuhan menopangku untuk menolong orang susah dengan kasih)


Label:  Yehezkiel 29:1-9 


Arsip Renungan SBU Pagi 2015:

MINGGU, 31 MEI 2020
Renungan SBU Pagi 2020
DIPULIHKAN OLEH ROH KUDUS

MINGGU, 31 MEI 2020
Renungan SBU Malam 2020
SELAMAT DAN TERLEPAS

SABTU. 30 MEI 2020
Renungan SBU Pagi 2020
MENODAI PERJAMUAN TUHAN

SABTU. 30 MEI 2020
Renungan SBU Malam 2020
KECONGKAKAN IBADAH DIHUKUM TUHAN

KAMIS, 28 MEI 2020
Renungan SBU Pagi 2020
KETIDAKJUJURAN MEMBAWA KETIDAK TERATURAN

KAMIS, 28 MEI 2020
Renungan SBU Malam 2020
BERBALIKLAH KEPADA TUHAN

RABU. 27 MEI 2020
Renungan SBU Pagi 2020
MENOLAK TAURAT, MENOLAK HIDUP TERATUR

RABU, 27 MEI 2020
Renungan SBU Malam 2020
DAMPAK DARI PENOLAKAN UMUM

SE:ASA, 26 MEI 2020
Renungan SBU Pagi 2020
ALLAH HAKIM YANG ADIL

SELASA, 26 MEI 2020
Renungan SBU Malam 2020
TUHAN ADALAH TEMPAT PERLINDUNGAN UMAT

Arsip Renungan SBU Pagi 2015..




Last Searches:

Kategori Utama: Artikel dari Majelis Sinode GPIB (226), Artikel Rohani (23), Berita Gereja dan Dunia (1331), Berita Gereja dan Dunia 2012 (47), Berita Gereja dan Dunia 2013 (412), Berita Gereja dan Dunia 2014 (209), Berita Gereja dan Dunia 2015 (93), Berita GPIB Immanuel Bekasi (28), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2011 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2012 (5), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2014 (60), Berita GPIB Immanuel Bekasi 2015 (63), Bidang Teologi (13), Catatan Dari Meja Pendeta (196), Informasi Kantor Sekretariat (5), Jemaat Sakit Mohon Dukungan DOA (43), Kalender Kegiatan Harian (13), Kegiatan Hari Ini (851), Logo Kain Mimbar (9), Materi Katekisasi (48), Materi Khotbah (10), Materi Pembinaan Jemaat Download (2), Pelayan Firman di Gereja (159), Pelengkap Kidung Jemaat (119), Pembinaan Warga Gereja (16), Peraturan Gereja (10), Perpustakaan Rohani (290), Perpustakaan Rohani 2 (78), Renungan SBU Malam (331), Renungan SBU Malam 2013 (369), Renungan SBU Malam 2014 (368), Renungan SBU Malam 2015 (211), Renungan SBU Pagi (331), Renungan SBU Pagi 2013 (366), Renungan SBU Pagi 2014 (368), Renungan SBU Pagi 2015 (211), SMS dari Pendeta (125), Tentang GPIB Immanuel Bekasi (19), Warta Jemaat (2)







Sub Kategori Renungan SBU Pagi 2015: